Wanita Part of Solutions Pandemi COVID-19

Masyarakat Indonesia yang terkonfirmasi positif Virus COVID-19 kini kian meninngkat, dan berhasil melibatkan semua kalangan serta berbagai pihak dalam setiap penanganannnya. Mulai dari pemerintah, masyarakat biasa, tenaga medis, anak-anak, remaja, dewasa, laki-laki, hingga perempuan. Terkhususnya kalangan perempuan, tanpa kita sadari mereka bisa mengambil peran dan bagian dalam mengurangi, serta mencegah penyebaran virus Covid-19 menjadi lebih luas.

Menurut Menteri Luar Negeri (MENLU) Indonesia, Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual bersama sembilan MENLU Perempuan dari berbagai Negara yang membahas beberapa dampak pandemi COVID-19 terhadap wanita. Ia menegaskan bahwa perempuan punya peran  penting dalam penanganan pandemi COVID-19.

Terdapat dua perspektif yang disampaikan. Pertama ialah perlindungan wanita saat krisis COVID-19 terjadi, yaitu dengan mencegah diskriminasi pada perempuan dalam urusan ekonomi hingga akses kesehatan. Perspektif kedua adalah perpektif yang dilihat dari sisi yang berbeda, yaitu proteksi memberdayakan. Agar perempuan lebih maksimal memainkan perannya dalam part of solutions sebagai upaya memerangi pandemi COVID-19 dalam menghidupkan ekonomi.

Melalui pandemi ini, perempuan bisa memainkan perannya yang ditarik dari proteksi memberdayakan dalam berbagai aspek. Sehingga mampu mendukung semua pihak untuk ikut terlibat, diantaranya aspek ekonomi dan kesehatan, yang saat ini didominasi oleh para perempuan.

Dilansir dari United Nations Population Fund (UNFPA) dan  United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women (UN Women), tentang peran perempuan dalam melawan virus COVID-19 berpengaruh secara signifikan. Yakni sebanyak 70 persen tenaga medis global adalah perempuan, jumlah pelaku UMKM perempuan di Indonesia mencapai sekitar 37 juta atau 64 persen dari total UMKM di Indonesia, serta sekitar 60 persen UMKM Indonesia yang memproduksi hand sanitizer, baju hazmat atau alat pelindung diri (APD) dan masker, dimiliki oleh perempuan. Dari data tersebut menjelaskan bahwa perempuan berada di garda terdepan dalam penanganan pasien dan penyediaan bahan makananan bagi masyarakat.

Selain itu, di era pandemi saat ini tidak sedikit juga wanita yang keluar rumah untuk bekerja sebagai pegawai maupun pimpinan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan finansial keluarganya, seperti contohnya di bidang bisnis. Grant Thornton Indonesia baru-baru ini mempublikasikan laporan Women in Business dan berbagi data yang menggambarkan tingginya persentase wanita di posisi manajemen senior yaitu sebesar 37%.

Hal ini menunjukkan bahwa perspektif wanita di dunia bisnis dari seluruh dunia telah memberikan kontribusi nyata untuk pertumbuhan bisnis perusahaan. Karena dalam situasi seperti ini, manajemen finansial menjadi salah satu posisi yang ikut berdiri di garda terdepan peperangan melawan dampak finansial pandemi.

Menurut laporan tersebut, posisi Chief Finance Officer (CFO) yang diduduki wanita di jenjang manajemen senior di Indonesia adalah sebesar 48%. Tingginya angka ini setiap tahun menunjukkan peran wanita yang signifikan dalam manajemen finansial perusahaan.

Wanita di era pandemi bisa dikatakan jauh lebih rentan untuk terinfeksi virus COVID-19. Namun, ketika mereka memainkan perannya dari berbagai bidang dan posisi, mereka mampu menjadi bagian dari sebuah solusi, memberi kontribusi di masa-masa tersulit seperti ini, mulai dari internal keluarga hingga berada menjadi seorang  pemimpin.

Penggalian potensi yang mereka miliki memberikan inspirasi bagi setiap orang maupun wanita lainnya, serta berdampak luas. Dengan kata lain, wanita bisa menjadi lebih tangguh melalui segala bentuk ketangkasannya, empati, dan sebagai penggerak perubahan lingkungannya, dalam melewati pandemi ini agar terobati dan teratasi dengan cepat ke depannya.

Penulis: Nur Khotimah
Foto: shutterstock.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *