Wawancara Khusus Bersama Lulusan Tercepat Wisuda ke-82 UIN RF

Romi Oktarian Novasari, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) peraih predikat lulusan tercepat dengan masa studi 2 tahun 11 bulan. Ukhuwahfoto/Rio Romadhoni.

UIN RF – Ukhuwahnews | Salah satu predikat kehormatan yang bisa didapat oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) adalah menjadi lulusan tercepat. Biasanya, salah seorang mahasiswa dengan waktu pendidikan tersingkat akan memperoleh gelar ini.

Pada Wisuda ke-82 UIN RF, predikat tersebut jatuh pada mahasiswi kelahiran Bumi Ayu, Romi Oktarian Novasari. Dirinya merupakan anak tunggal dari pasangan Fadhil (alm) dan Maimun yang lahir pada 18 Oktober 2000 silam.

Okta, sapaan akrabnya, menempuh jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan masa studi 2 tahun 11 Bulan. Ia mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3.80 dengan judul skripsi “Gagasan Feminisme Dalam Surat-Surat R.A Kartini”.

Sang ibunda berkerja serabutan, seperti menjahit atau memasak di rumah-rumah orang. Okta sendiri juga bekerja di Rumah Tahfiz Roudatul Ilmi Palembang sebagai pengajar dan menjadi Asisten Dosen Wakil Dekan III FISIP.

Berikut ini wawancara khusus bersama Okta, sang wisudawati peraih predikat lulusan tercepat.

Apa alasan kuliah di UIN RF?

Karena kampusnya dekat dan tidak jauh seperti Universitas Sriwijaya (UNSRI). Saya juga lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di UIN RF dan memiliki akses yang mudah dijangkau.

Apa cita-citamu?

Setelah lulus kuliah S1, saya mau melanjutkan kuliah S2 dan menjadi dosen serta terjun di dunia perpolitikan sebagai eksekutif, karena citra eksekutif dipandang sangat buruk sekali. Di dalam politik eksekutif itu terdapat orang-orang yang tidak mengerti agama dan haus akan harta di dunia, dan itu sangat menyimpang dari tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sebagai generasi muda yang mengerti agama, kita harus mengerti bahwa mengambil hak orang adalah hal yang dilarang. Jadi, saya ingin memperbaiki hal tersebut.

Baca Juga: Tak Diundang, Wali Mahasiswa Tetap Hadiri Wisuda ke-82 UIN RF

Bagaimana lika-liku perkuliahan hingga mendapat gelar lulusan tercepat?

Selama pendidikan, Alhamdulillah urusan saya selalu dimudahkan jalan. Saya masuk di perguruan tinggi negeri yang berbasis agama dan masuk FISIP hingga bertemu dengan dosen yang sangat ramah. Saya juga dijadikan asisten Wakil Dekan III sehingga dipermudah dalam urusan perkuliahan.

Meski begitu, saya tidak mendapatkan dukungan yang kuat dari keluarga besar dan dipandang sebelah mata. Sebab, dalam pikiran orang-orang dulu, apalagi dari orang yang kurang mampu, kata “kuliah” merupakan kata-kata yang menakutkan bagi mereka.

Meskipun dikucilkan bahkan dihina dari pihak keluarga ataupun tetangga, saya yakin dan bertekad untuk membuktikan bahwa saya bisa melaluinya. Dengan prestasi ini, saya berharap bisa membuka mata orang-orang yang memandang saya dengan sebelah mata bahwa aku ini mampu dan bisa.

Langkah apa yang diambil setelah lulus S1?

Setelah ini, saya mencari peluang beasiswa S2 jika disediakan dari UIN. Saya ingin sekali ia melanjutkan pendidikan di UIN RF. Kemudian, jika ada pekerjaan freelance yang dapat memberikan jalan menjadi orang sukses akan saya ikuti, termasuk tes menjadi pegawai BUMN dan PNS.

Apa tips yang kamu berikan agar para mahasiswa bisa lulus cepat?

Awalnya, saya tidak pernah terpikir untuk lulus cepat. Namun, nyatanya di FISIP juga ada program akselerasi kuliah, yaitu magang yang terintegrasi dengan KKN. Yang pasti kalau ingin lulus cepat harus mengikuti semester antara di waktu libur.

Untuk lulus cepat kita hanya perlu mengikuti prosedur yang baik. Dari semester awal, kita sudah memikirkan mau meneliti apa sesuai dengan program studi yang kita ambil. Kita juga harus mengetahui dan memahami masalah yang ingin diteliti, setelah itu ajukanlah judul ke prodi secepat mungkin.

Saya sudah mengajukan judul sejak awal semester lima, tepatnya setelah KKN dan magang. Waktu itu, saya langsung membuat laporan dan proposal dan segera melakukan seminar proposal. Setelahnya, saya melanjutkan skripsi dan mengerjakannya dalam beberapa bulan. Dalam hitungan 2 tahun 11 bulan, masa studi saya sudah selesai.

Reporter: Imelda Melanie Agustin
Editor: Wisnu Akbar Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *