Undangan Tidak Digubris Dema-U, Cipayung Plus Layangkan Pernyataan Sikap

Konferensi Pers Cipayung Plus yang berlangsung di gedung Student Center (SC) UIN RF Palembang, Sabtu (03/09/2022). Ukhuwahfoto/Adrian Sidik.

UIN RF – Ukhuwahnews | Aliansi Cipayung Plus melayangkan pernyataan sikap kepada Panitia Pelaksana Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) serta Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang pada Sabtu (03/09/2022).

Pernyataan ini menyusul surat undangan dialog terbuka yang ditujukan kepada Dema-U terkait permasalahan pungutan liar (pungli) yang membelit mahasiswa baru. Hanya saja, surat undangan tersebut tidak digubris.

Dalam undangan dialog terbuka yang dikirimkan pada Kamis (01/09) lalu, Cipayung Plus mengajak pihak panitia pelaksana PBAK dan Dema-U untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun hingga hari H tiba, tidak ada satupun perwakilan yang datang.

“Kehadiran mereka tidak ada dan tidak berkabar sama sekali, ditelpon juga gak diangkat,” ujar Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Try Marcorius.

Try menambahkan, dalam waktu 2×24 jam terakhir, baik rektorat maupun panitia pelaksana tidak memberikan keterangan sama sekali.

“Kamis (25/08) kami sudah melapor ke Wakil Rektor (WR) 3 UIN RF, Ibu Hamidah, tetapi sampai saat ini belum ada tindakan tegas yang beliau berikan kepada panitia PBAK,” terangnya.

Try menyebutkan, jika pihak rektorat dan panitia pelaksana tidak menyelesaikan hal ini, maka mereka akan melapor ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan.

“Apabila tuntutan kita sudah dipenuhi oleh rektorat, kami anggap ini selesai. Harapan kami nantinya para panitia ini diberikan peringatan yang kuat atau dicabut dari jabatannya karena ini tidak sesuai dengan asas-asas kampus,” tutupnya.

Baca Juga: Perihal Iuran Masker PBAK FEBI, Ketua Pelaksana Buka Suara

Di tempat yang sama, mahasiswa baru UIN RF Palembang, Ardiva merasa dirugikan dengan kasus yang terjadi. Dirinya membenarkan apa yang telah disampaikan Cipayung Plus dalam konferensi tersebut.

“Pungli ini tindakan yang kejam dan patut ditindaklanjuti, dan ini (pernyataan sikap) mewakili isi hati teman-teman saya yang dirugikan namun tidak berani menyampaikan,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa iuran atribut dan cetak foto yang diperintahkan oleh panitia itu tidak jelas kapan akan terealisasi.

Jika salah satu pihak menutup mulut, terus Ardiva, konferensi pers ini tidak akan menemukan titik terang. Ia berharap panitia pelaksana berani angkat bicara terkait permasalahan itu.

“Kalau Anda tidak salah, atau tidak merasa disalahkan, seharusnya datang, bukannya menutup diri,” kata dia.

Pernyataan Sikap Cipayung Plus dibacakan langsung saat Konferensi Pers oleh Ketua IMM, Ketua HMI, Ketua PMII, dan Ketua KAMMI serta disaksikan langsung oleh Aliansi Mahasiswa UIN RF dan mahasiwa baru UIN RF Tahun 2022.

Berikut isi Pernyataan Sikap Cipayung Plus dan Aliansi Mahasiswa UIN RF Palembang:

  1. Tindakan Pemungutan Liar (Pungli) yang telah dilakukan oleh Panitia Pelaksana PBAK adalah benar terjadi sampai saat ini. Tidak ada pernyataan yang mereka berikan ataupun pembenaran yang dilakukan baik oleh Panitia PBAK maupun Dema-U.
  2. Rektor dan jajarannya melepas tanggung jawab dan angkat tangan atas pungli PBAK Inklusif 2022.
  3. Rektorat tidak tegas dan tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada di kampus saat ini, seperti tindakan pungli.
  4. Menuntut dan meminta Dema-U untuk mengembalikan uang mahasiswa baru (maba) sebesar Rp.100 ribu karena ini adalah hak mereka, mengingat tidak ada kejelasan untuk apa uang tersebut serta keperluannya melebihi jumlah yang ada.
  5. Kami Cipayung Plus dan Aliansi Mahasiswa UIN RF Palembang akan membawa persoalan ini ke DPRD Sumsel dan Menteri Agama RI.

Reporter: Elyssa Meilyana, Adrian Sidik
Editor: Wisnu Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *