UIN RF Adakan Tes Mandiri Sesuai Protokol Kesehatan

Proses masuk ruangan tes ujian seleksi mandiri UIN Raden Fatah Palembang dengan protokol kesehatan yang berlaku. Selasa, (8/9/20). UUkhuwahfoto/Rahmi Widya

UIN RF – Ukhuwahnwews | UIN Raden Fatah (UIN RF) Palembang adakan ujian seleksi mandiri (USM) Computer Based Test (CBT) Offline di Gedung Rafah Tower. Selasa, (8/9/20).

Wakil Rektor I UIN RF, Muhammad Adil mengatakan ujian offline ini diadakan karena saat ini sudah memasuki masa new normal bukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lagi.

“Dengan new normal ini membolehkan kita USM secara offline namun tetap dengan syarat-syarat yang berlaku, kita juga sudah membatasi setiap sesi itu 25 orang,” katanya.

Ia juga mengatakan adanya perubahan sesi tahun ini dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, UIN RF menggelar tiga sesi tes.

“Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya itu jeda kelompok tes yang satu ke kelompok tes berikutnya terlalu singkat. Kita juga perlu mensterilisasi ruangan secara ketat sebelum lanjut ke sesi berikutnya,” ujarnya saat ditemui digedung Rektorat UIN RF.

Senada dengan itu, Karimin sebagai Kasubag Administrasi Akademik UIN RF sekaligus Ketua Pelaksana Ujian Mandiri Offline mengatakan ujian ini berlangsung dari tanggal 7 September sampai dengan 17 September 2020.

“Ujian ini berlangsung 10 hari, yaitu dari hari Senin tanggal 07 September sampi hari Kamis 17 September 2020, sehari kami menyediakan 3 sesi, sesi pertama jam setengah 8 pagi sampai jam 9, jam setengah 11 sampai jam 12 siang, kemudian jam setengah 2 sampai jam 3 sore,”ujar Karimin saat ditemui di Rafah Tower.

Karimin juga mengatakan lokasi ujian mandiri offline ini ditempatkan di gedung Rafah Tower dan di gedung tarbiah yang diikuti oleh sekitar 2.700 calon mahasiswa dengan 38 Program Studi (Prodi) yang ada di UIN RF.

“Kami membuka seluruh prodi untuk mengikuti ujian mandiri ini, ruanganpun sebelum dan setelah dipakai disemprotkan disinfektan, ruangan dijaga ketat, sebenarnya pembeda ujian tahun ini dengan ujian mandiri sebelumnya hanyalah lebih diawasi karena covid-19, seperti sosial distancing dan mematuhi protokol kesehatan” jelasnya.

Desti, calon mahasiswa UIN RF yang memilih jurusan Pendidikan biologi, pendidikan matematika, dan biologi mengatakan, ujian offline ini sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Menurut saya sudah sesuai protokol kesehatan, sebelum masuk ke ruang ujian kami dicek suhu tubuh, disuruh cuci tangan dan diberi handsinitizer, masuk lift ke lantai 6 masuk ruangan kami juga disuruh berjarak, dan sebelum masuk ke ruang ujian kami disemprotkan disinfektan lagi, pengawasan ketat” ujar Desti saat ditemui setelah ujian seleksi mandiri selesai.

Ditanyai tanggapannya mengenai Ujian seleksi mandiri offline Desti sangat setuju dengan ujian offline dibanding ujian online.

“Bagus secara offline, karena tidak ribet, kalau secara online nanti bisa liat google dan ribet kalau secara offlinekan diawasi sekali,” tambahnya.

Reporter: Muhamad Firdaus, Rahmi Widya Lestari
Editor : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *