UIN RF Adakan Kuliah Tamu Bersama Direktorat Pendidikan Tinggi

Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyanyu Khadijah, M.Si (Kiri) dan Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementrian PPN/BAPENAS, Tatang Muttaqin membuka kuliah tamu. Ukhuwahfoto/Odelia Winneke.

UIN RF – Ukhuwahnews | Hari ini, UIN Raden Fatah Palembang menyelenggarakan kuliah tamu bersama narasumber Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementrian PPN/BAPENAS, Tatang Muttaqin. Dengan tema “Learning Oganization dalam Meningkatkan Daya Saing PTKIN” kuliah tamu ini disiarkan secara virtual via Zoom dan Youtube UIN RF. Selasa, (28/09/21).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyanyu Khadijah, M.Si. Hadir juga Wakil Rektor I Dr. M. Adil, M.A, Wakil Rektor III Dr. Hj. Hamidah, M.Ag dan seluruh dekan fakultas.

Dalam sambutannya, Nyayu Khodijah sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kesediaan Tatang Muttaqin selaku narasumber, untuk berbagi ilmu dan wawasan dalam membangun dan mengembangkan lembaga.

“Ini sebuah tema yang penting apalagi dibidang teknologi pendidikan mudah-mudahan ini bisa bernilai pahala untuk masa mendatang. Ini juga adalah sebuah pengalaman penting yang belum tentu didapat kesempatan dan masukan dengan tema yang menarik.”

Nyayu Khodijah berharap kuliah tamu ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan berdampak untuk kemudian hari.

“Saya harap mahasiswa dapat memahami dan memaknai materi yang disampaikan oleh narasumber sehingga dapat diimplentasikan dengan kehidupan sehari hari untuk membuat perubahan yang lebih baik juga.”

Dalam materinya, Tattang Muttaqin menyampaikan bahwa saat ini mahasiswa yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tingggi hanyalah sebagian kecil meskipun ada peningkatan setiap tahunnya.

“Di Tahun 2006 hanya dua persen mahasiswa kurang mampu yang dapat mengikuti PTN sedangkan tahun 2020 bertambah menjadi 16 persen tanpa melihat latar belakang untuk menyelesaikan pendidikan S1-nya.”

Ia juga mengatakan, untuk mengatasi hal seperti ini perlu dipersiapkan perilaku karakter serta akhlak agar apa yang diijalani dan dikejar bisa terlaksana dengan baik sesuai tujuan.

“Dengan berpikir holistik (utuh) dan reputasi yang membiasakan kolaborasi dalam kebaikan berbasis ketulusan masalah akhlak. Hal ini sangat penting dalam kehidupan sehari hari setiap 10% itu apa yang terjadi di hidup kita, sedangkan 90% ditentukan bagaimana merespon sesuatu dengan baik agar pola berpikir menjadi ekspansif (ditumbuhkembangkan).”

Muttaqin juga mengajarkan bahwa dimasa sekarang lebih baik memikirkan bagaimana target kita kedepan karena itulah yang membuat diri lebih semangat juga motivasi yang kuat.

“Masa depan di dunia ini bukan dipilih, akan tetapi melihat bagaimana keadaan diri sendiri. Masa depan yang baik penting untuk membuat perubahan bukan hanya rutinitas itu itu saja baik hari ini ataupun dikemudian hari. Selain itu, cari mentor dan teman yang baik. Kuncinnya konsistensi, konsentrasi, dan ketekunan.”

Terakhir agar setiap lulusan universitas bisa kompetitif. Muttaqin menyampaikan, perlu orientasi baru sebab untuk era revolusi industri tidak cukup dengan literasi lama (membaca, menulis, matematika) yang sebagai model dasar untuk berkiprah di masyarakat.

“Mau apapun jurusan kita kemampuan literasi tidak kalah penting dengan lainnya karena semuanya bisa dijadikan data besar dan dianalisis yang perlu dimiliki. Universitas harus lebih mengenali literasi data, teknologi, ataupun manusia agar menyiapkan lulusan kompertitif sehingga  setiap tingkatan dapat tercapai dengan baik dan juga memiliki wawasan bahasa asing.”

Reporter: Odelia Winneke Putri, Wiardini
Editor: Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *