Kepala PUSTIPD UIN RF Angkat Bicara Soal Bantuan UKT 80%

Surat Edaran Nomor B. 001/Un.09/4.2/PP.09/01/2022 mengenai pengajuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dok/radenfatah.ac.id

Universiana – Ukhuwahnews | Beredarnya Surat Edaran Nomor B. 001/Un.09/4.2/PP.09/01/2022 mengenai pengajuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tuai beragam pertanyaan dari mahasiswa aktif Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang.

Pasalnya, mekanisme pengajuan bantuan pengurangan UKT tersebut dinilai membingungkan, khususnya bagi mahasiswa yang mengajukan bantuan sebesar 80%.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Mahasiswa UIN RF, Reja Anggara menyampaikan bahwa mekanisme pengajuan bantuan pengurangan UKT hanya perlu mengunggah berkas sesuai dengan apa yang tertera pada formulir yang dibagikan.

“Tidak ada persyaratan bukti untuk mengajukan bantuan pengurangan UKT sebesar 80%, terkhusus bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi,” unggahnya pada akun Instagram miliknya. Rabu, (05/01/22).

Lebih lanjut, Reja mengungkapkan untuk pengajuan bantuan UKT 80% hanya perlu melampirkan transkrip nilai dan telah menyelesaikan seluruh mata kuliah atau mencukupi jumlah minimal Satuan Kredit Semester (SKS).

“Itu sudah jelas tertera pada surat edaran di poin ketiga bagian B. Pengajuan hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah kecuali skripsi, bukan sedang menyelesaikan skripsi,” ujarnya.

Baca Juga: KKN ke-76 di Kabupaten Banyuasin, UIN RF Sosialisasikan Mahasiswa

Namun berbeda apa yang disampaikan oleh Kepala Pusat Sistem Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (Pustipd), Fahruddin mengatakan pengajuan bantuan sebesar 80% perlu menyertakan keterangan bebas teori dari Kepala Program Studi (Kaprodi) untuk membuktikan bahwa mahasiswa tersebut sedang tidak mengikuti mata kuliah lagi.

“Memang benar perlu menyertakan transkrip nilai. Namun, nyatanya banyak mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi tapi masih mengikuti mata kuliah. Sehingga perlu sekali disposisi dari Kaprodi untuk membuktikan jika mahasiswa tersebut telah bebas dari teori dan itu tidak bisa hanya dibuktikan dengan transkrip nilai saja,” katanya.

Terakhir, Fahruddin menambahkan untuk mahasiswa yang telah melakukan finalisasi tetapi belum menyertakan keterangan bebas teori dari kaprodi bisa langsung menghubungi Wakil Dekan (Wadek) II fakultas masing-masing.

“Jika sudah melakukan finalisasi data, silahkan menghubungi Wadek II fakultas masing-masing sebagai verifikator pengurangan UKT,” tutupnya.

Reporter: Siti Alicia Zahirah
Editor: Wisnu Akbar Prabowo

2 tanggapan untuk “Kepala PUSTIPD UIN RF Angkat Bicara Soal Bantuan UKT 80%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *