Tersebar Tangkapan Layar Percakapan Oknum Kadam PBAK UIN RF

Isi tangkapan layar ancaman penahanan sertifikat oleh salah satu oknum Kakak Damping (Kadam) Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Merdeka UIN Raden Fatah Palembang.

UIN RF – Ukhuwahnews | Tersebar tangkapan layar (screenshot) di grup kakak damping (Kadam) pasca Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Merdeka UIN Raden Fatah (UIN RF) Palembang yang dilaksanakan pada Selasa-Rabu (17-18 Agustus 2021). Isi tangkapan layar tersebut terdapat ancaman penahanan sertifikat jika tidak mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) oknum kadam.

Tangkapan layar ini tersebar di grup kadam PBAK Univ 36-70 dari grup kelompok 38 Raden Dwi Santika dan tangkapan layar pesan pribadi. Setelah dikonfirmasi ke salah satu kadam yang mendapatkan tangkapan layar tersebut mengatakan bahwa memang benar foto tersebut disebarkan dan beredar.

“Memang benar screenshot itu dikirim ke grup kadam saat malam setelah inagurasi UKMK di PBAK terakhir. Untuk yang screenshot belum tahu siapa, tapi ini sudah tersebar di grup,” katanya saat diwawancarai pada Kamis, (19/8/21).

Salah satu Kadam Kelompok 23, mengatakan ia juga mendapat kabar bahwa ada sebaran tangkapan layar dari oknum. Namun, ia tidak tahu persis karena tidak masuk ke grup.

“Jadi grup kadam itu dibagi dua, satu untuk kelompok 1-35 dan satunya lagi kelompok 36-70. Saya kadam kelompok 23 jadi tidak masuk ke grup itu. Tapi memang ada sebaran tersebut,” ujarnya.

Isi tangkapan layar yang tersebar di grup Kakak Damping (Kadam) Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Merdeka UIN Raden Fatah Palembang.

Berangkat dari problem yang terjadi pasca PBAK, Presiden Mahasiswa (Presma), Reja Anggara angkat bicara soal penahanan sertifikat. Presma mengatakan hal ini sudah terjadi berulang.

“Setiap tahun memang selalu ada oknum yang mengatasnamakan ini,” tuturnya.

Presma juga menjelaskan alur pembagian sertifikat PBAK Universitas. Dicetak melalui DEMAU lalu dikoordinir oleh Kadam untuk dibagikan kepada mahasiswa baru yang telah mengikuti kegiatan PBAK beserta bukti keikutsertaan. Ketika sertifikat tidak sampai ditangan, maka pengaduan bisa langsung ke DEMAU.

“Nanti bisa kita hadirkan baik dari kadam maupun oknum yang bersangkutan untuk memastikan kebenarannya,” pungkasnya.

Reporter : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *