Rencanakan Kurikulum MBKM, FDK Harapkan Mahasiwa Miliki Soft Skill

UIN RF – Ukhuwahnews | Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Raden Fatah Palembang mengadakan seminar dalam rangka menciptakan mahasiswa yang mampu bersaing dan memiliki soft skill. Senin, (18/10/21).

Dengan mengusung tema “Desain kurikulum berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).” Para dosen FDK diarahkan untuk mengetahui kebijakan MBKM yang akan dilaksanakan di UIN Raden Fatah Palembang.

MBKM merupakan kurikulum yang mana mahasiwa bebas memilih mata kuliah pilihan sesuai dengan minat dan keinginan untuk meningkatkan soft skill mahasiswa.

Ketua Tim Kurikulum Universitas Sriwijaya (UNSRI), Sardianto Markos Siahaan mengatakan, terkait profesi pengajaran harus disesuaikan dengan peraturan atau peta konsep untuk mengembangkan kurikulum sebuah universitas. Bukan hanya peta konsep, pengorganisasian materi, pemanduan dan keseimbangan materi tidak kalah penting.

“Pada proses pembentukan kurikulum baru perlu sekali menentukan tujuan pembelajaran, materi, pengalaman, dan evaluasi. Misalnya, satuan kredit semester (SKS) wajibnya minimal sebanyak 84 dan SKS diluarnya maksimal 60 untuk itu peran dosen pembimbing sangat diutamakan,” katanya di Ballroom Hotel Zuri Palembang

Lebih lanjut Sadianto mengungkapkan, kini dalam Tri Dharma pendidikan bukan hanya untuk mahasiswa tapi peran dosen di prodi sangat besar dalam melaksankan MBKM, seperti dokumentasi kurikulum di prodi yang harus dijalankan sesuai alurnnya.

Alur pengajuan kurikulum baru yaitu, setelah dirancang oleh prodi, kemudian diajukan ke LP3P, setelah itu tim kurikulum akan melakukan sidang untuk mentelaah yang nantinya ketua prodi akan melakukan presentasi mengenai kurikulum, setelah itu pihak prodi akan memperbaiki dan mengumpulkannya kembali ke LP3P.

“Apabila telah disetujuin kembali oleh LP3P, baru bisa diajukan kepada rektor untuk dikeluarkannya surat keputusan (SK) baru, kurikulum dapat digunakan jika SK dari rektop telah keluar, jika tidak kurikulum tersebut dianggap ilegal,” ungkapnya.

Pemberian piagam penghargaan dari Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi kepada Ketua Tim Kurikulum Universitas Sriwijaya di Ballroom Hotel Zuri Palembang. Senin, (18/10/21). Ukhuwahfoto/Siti Alicia Zahirah

Disisi lain, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNSRI, Kiki Yulianti mengatakan setiap tahun pasti ada kebijakan yang akan diubah dan hal tersebut merupakan tantangan bagi dosen dalam mengajar. Selain itu juga, dosen dituntut untuk meng-upgrade metode pengajaran kepada mahasiswa.

“Kita tidak bisa menggunakan metode yang lama, mahasiswa tidak harus disuapi dengan materi terus, tetapi mereka harus belajar dari lingkungan sekitarnya, hal ini baik untuk membentuk kompetensi mereka di masa depan,” katanya.

Kiki juga menambahkan, dosen harus menggiring keinginan mahasiswa sesuai dengan filosofi pendidikan dan sistem pendidikan. Maka dari itu, mahasiswa dan dosen dituntut untuk sama-sama belajar dari lingkungan atau pengalaman, memperluas jejaring serta terkhusus mahasiswa ditekankan untuk memperdalam soft skill sesuai minat dan bakat.

“Dosen tidak mengetahui keinginan mahasiswa, untuk itu dosen perlu mekakukan pendekatan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswanya, dari hal itu secara tidak langsung akan mencukupi kebutuhan prodi karena mahasiswa mampu bersaing dikanca internasional,” tutupnya.

Reporter: Siti Alicia Zahirah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *