Program BTA FDK Tersendat, WD 1: Belum Dapat Laporan dari Mahasiswa

Pixabay

UIN RF – Ukhuwahnews | Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) telah satu bulan berlangsung. Namun, masih terdapat beberapa kelas BTA yang belum terlaksana karena belum mendapatkan arahan dari dosen pembimbing BTA. Selasa, (19/10/2021).

Salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku kebingungan terhadap kelanjutan program BTA lantaran tidak mendapatkan kepastian dari dosen bersangkutan.

“Saya bingung, usaha untuk menghubungi dosen sudah dilakukan tetapi belum ada respon dari dosen terkait. Jadi hanya bisa pasrah dan menunggu kabar selanjutnya saja,” ungkap mahasiswa jurnalistik ini.

Ia berharap mendapatkan kejelasan mengenai kelanjutan program BTA ini.

“Semoga cepat mendapatkan kabar dari dosen pembimbing dan kami bisa melakukan kegiatan BTA ini dengan semestinya,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi Nuraida mengungkapkan, ia belum mengetahui jika ada kelas BTA yang belum terlaksana.

“Sampai hari ini kami tidak tahu jika ada dosen yang tidak mengajar, karena tidak ada mahasiswa yang melaporkannya,” ujarnya saat diwawancarai di Ruang Dekan FDK.

Nuraida menambahkan, jika terdapat masalah terkait program BTA dapat langsung melaporkannya kepenanggung jawab program terlebih dahulu.

“Mahasiswa sebaiknya melapor langsung kepada penanggung jawab BTA. Setelah itu nanti penannggung jawab akan melapor kepada kami barulah akan kami diskusikan solusi dari masalah tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Penanggung jawab BTA Anang Walian menuturkan bahwa dirinya hanya bisa mengingatkan batas waktu terkait pengumpulan nilai kepada dosen.

“Kami hanya bisa menghimbau dan memberikan batas waktu penilaian terkait nilai mahasiswa kepada dosen,” katanya saat diwawancarai di Ruang Dosen FDK.

Anang menuturkan, ia memaklumi kesibukan dosen untuk membimbing mahasiswa. Mahasiswa juga tidak perlu ragu dalam menyampaikan masalah mengenai pembelajaran BTA, karena ini penting untuk sertifikasi kelulusan.

Reporter: Desi Sari, Bagus
Editor: Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *