Prodi Pertama Lakukan re-Akreditasi Kriteria 9, SPI Gaet Peringkat Unggul

UIN RF – Ukhuwahnews| Progam Studi (Prodi) Sejarah Peradaban Islam menjadi prodi pertama yang melakukan re-Akreditasi kriteria 9 dengan peringkat Unggul dan nilai 373. Rabu, (09/06/2021).

Kepala Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Ottoman menjelaskan, persiapan re-akreditasi Prodi SPI telah dilakukan sejak tahun 2018 hingga 2020.

“Dalam hasilnya Prodi SPI mendapatkan akreditasi unggul berdasarkan versi APS 9.4.0 setara dengan predikat A berdasarkan versi lama,” jelasnya saat diwawancarai via WhatsApp.

Lebih lanjut, ia menerangkan banyak langkah-langkah persiapan yang dilakukan untuk Akreditasi ini.

“Antara lain, menghadirkan para asesor eksternal untuk mempelajari APS 9 melalui beberapa kali workshop, membentuk tim akreditasi terdiri dari dosen, tendik dan mahasiswa, mengevaluasi Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) yang sudah jadi dengan mengundang asesor internal dan eksternal,” ucapnya.

Otonom mengungkapkan, kendala dalam persiapan akreditasi ini lebih kepada APS 9 yang merupakan hal baru. Sehingga Prodi dan Fakultas, khususnya Fakultas Adab dan Humaniora butuh belajar terlebih dahulu sebelum menyusun LKPS dan LED.

“Kendala yang kami hadapi lebih kepada APS 9 yang masih hal baru, sehingga kami terlebih dahulu mempelajarinya dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya sebelum menyusun LKPS dan LED,” ungkapnya.

Ottoman berharap, agar Prodi SPI semakin maju dalam setiap aspek dan tetap dapat mempertahankan hasil yang diperjuangkan dengan kerja keras.

“Semoga prodi SPI dapat mempertahan hasil yang didapat, semakin maju dalam segala aspek, dan berkontribusi bagi perdaban Islam,” harapnya.

Sementara itu, Budi Aswar selaku mahasiswa Prodi SPI mengaku bangga dan senang akan hasil unggul yang digapai oleh prodi.

“Akreditasi yang di dapatkan berkat kerja aktif mahasiswa dan dosen sehingga mendapatkan hasil unggul. Ini juga berkat dari ridho Allah SWT yang memberikan jalan sehingga akreditasi ini di dapatkan,” tutupnya.

Reporter: Ananda Putri Aisyah, Wiardini Yuli Suwanti
Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *