Prodi BPI Adakan Seminar Atasi Disabilitas

Kaprodi BPI POLTEKESOS Bandung, Moch. Zaenal Hakim selaku Narasumber tengah memaparkan materi dan berinteraksi dengan dengan salah satu peserta Seminar Prodi. Kamis, (21/10/2021). Ukhuwahfoto/Ellysa Meilyana

UIN RF Ukhuwahnews | Program studi (Prodi) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) melaksanakan seminar di Ballroom Hotel Aston Palembang. Kamis (21/10/21) siang.

Dalam seminar ini Prodi BPI mengundang Kepala Program Studi (Kaprodi) Rehabilitasi Sosial Politeknik Kesejahteraan Sosial (POLTEKESOS) Bandung Moch. Zaenal Hakim yang membawa topik “Rehabilitasi Sosial Berbasis Komunitas di Masa Pandemi”.

Zaenal mengatakan disabilitas harus segera dipulihkan agar setiap penderitanya tak menderita untuk jangka waktu yang lama.

“Disabilitas ini banyak, selain disabilitas fisik, ada juga yang namanya disabilitas sensorik, disabilitas motorik, disabilitas intelektual. Dan mereka semua berhak untuk kita pulihkan kembali,” ujarnya

Ia menambahkan, rehabilitasi sosial dapat dilaksanakan secara persuasif, motivatif, dan koersif. Sosialisasi dapat dilakukan dari pendekatan keluarga, teman, komunitas, hingga residensial.

“Tiap individu itu berbeda, dan mereka juga punya cara sendiri untuk menentukan dirinya. Mereka punya hak untuk menentukan dan menemukan jati dirinya sendiri. Peran kita sebagai residensial hanya membimbing sehingga mereka lebih terarah lagi,” tutupnya. 

Selaras dengan itu, Kaprodi BPI Manah Rasmanah mengatakan ini merupakan kegiatan positif yang sangat bermanfaat dan memperluas wawasan. 

“Berkesempatan sharing pengalaman langsung dengan pihak POLTEKESOS Bandung yang memang terfokuskan dibidang tersebut, sangat luar biasa dan bisa dijadikan referensi,” tuturnya.

Manah mengatakan narasumber kali ini tak hanya akademisi tapi juga praktisi yang benar-benar menginsipirasi untuk nantinya diterapkan di Prodi BPI, termasuklah dalam pembuatan Laboratorium Outdoor untuk mahasiswa.

“Semoga komunitas-komunitas sosial yang diemban dosen-dosen bisa turut mengembangkan lembaga sehingga program tersebut meluas dan bisa mulai dirancang juga untuk komunitas sosial di Prodi kita,” tutupnya.

Reporter: Ellysa Meilyana
Editor: M. Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *