Pers Mahasiswa Sumsel Berusaha Tingkatkan Literasi di Kampus

Sumber : Google Image

Hadirnya Duta, Bunda dan Bapak Literasi juga tidak menyurutkan pemuda dalam menggaungkan budaya Literasi. Sebab, tugas meningkatkan literasi bukan hanya terletak pada tanggung jawab Duta, Bunda dan Bapak Literasi saja, melainkan juga Pers Mahasiswa yang juga berusaha untuk terus memberikan kontribusi dalam peningkatan literasi di dunia pendidikan kampus.

Seperti yang disampaikan oleh Pemimpin Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang, Tri Wahyudi mengatakan mahasiswa adalah ujung tombak peradaban. Harapannya mahasiswa sadar akan pentingnya budaya literasi di dunia Pendidikan terutama di lingkup kampus.

“Harapannya pemuda sadar akan tugas mereka sebagai ujung tombak peradaban. Karena balik lagi, tingkat literasi dan budaya membaca di UIN Raden Fatah sendiri masih tergolong rendah,” ungkapnya pada Kamis (18/11).

Yudi juga mengatakan, dengan digitalisasi yang ada seharusnya literasi dan daya baca pemuda juga meningkat. Karena sudah lebih terfasilitasi oleh kemajuan zaman. Seperti kanal media yang dimiliki oleh LPM Ukhuwah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan literasi di wilayah kampus.

“Saya juga sebagai Pemimpin Umum LPM Ukhuwah juga terus berusaha untuk meningkatkan kualitas informasi dan berita seputar kampus, untuk sama-sama nantinya mahasiswa bisa menggali informasi yang baik di sana,” ujarnya.

Yudi menambahkan, saat sekarang di zaman digitalisasi dimana sudah banyak web edukasi, e-book, perpustakaan online dan tempat menimbah ilmu lainnya yang dapat mudah diakses.

“Saya pikir dengan adanya digitalisasi bisa lebih bisa meningkatkan literasi,” tambahnya.

Selaras dengan Yudi, Pemimpin Umum LPM Limas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri), Shintia juga mengatakan, sebagai generasi muda harus membekali diri dengan berbagai macam keterampilan dan pengetahuan.

“Bagaimana kita mendapatkan pengetahuan tersebut, ya dengan memperbanyak dan meningkatkan literasi-literasi kita. Sebagai generasi muda juga kita harus sadar pentingnya berliterasi,” katanya.

Shintia sendiri sebagai Pemimpin Umum LPM Limas juga terus berusaha untuk menyajikan berita-berita yang berkualitas terkait isu kampus.

“Kita juga terus menumbuhkan sisi menarik dari berita Limas sebagai salah satu upaya peningkatan literasi di bagian pendidikan. Karena Ketika berita itu menarik, maka otomatis orang juga ga segan-segan bacanya,” tegasnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Pemimpin Umum LPM Fitrah Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Elvin Resta mengatakan minat literasi mahasiswa di UMP sendiri juga cenderung berkurang. Pembaca informasi yang disampaikan oleh LPM Fitrah juga terlihat berkurang.

“Minat baca mahasiswa berkurang saat ini. Susah juga untuk menumbuhkan minat baca dan literasi saat ini. Karena mahasiswa lebih cenderung menggunakan sosial media dan aplikasi-aplikasi yang tak mengedukasi,” bebernya.

Mahasiswa Teknik Semester Tujuh ini juga mengatakan jika menumbuhkan budaya literasi cukup sulit dikalangan mahasiswa UMP. Namun, LPM Fitrah tetap terus memberikan informasi-informasi seputar kampus yang kredibel.

“Nantinya akan kami kemas semenarik mungkin untuk informasi-informasi yang akan disajikan. Supaya bisa meningkatkan literasi di UMP ini,” pungkasnya.

Ia juga berharap nantinya mahasiswa terus menumbuhkan budaya literasi tak hanya dengan membaca saja. Melainkan juga dengan keterampilan dan pengetahuan yang bisa menunjang kemajuan sebuah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *