Read Time:1 Minute, 45 Second

Palembang-Ukhuwahnews | Menteri Agama (Menag) melakukan sosialisasi launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Auditorium Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN-RF) Palembang pada hari Selasa (03/12/2024).

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menjelaskan PBM akan menjadi transformasi dalam memantau psikologi anak-anak muda kedepannya.

“Launching nya PMB tentu sebagai alat untuk mengukur seberapa besar pengaruh lembaga pendidikan terhadap transformasi psikologi anak,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, untuk mengubah dunia tidak perlu dari hal yang besar. dengan selalu berinovasi untuk berani memulai adalah langkah menuju keberhasilan.

Baca juga: Mahasiswa PGMI UIN Raden Fatah, Unjuk Bakat di Festival Seni Budaya

“Jika institusi ini ingin mengubah dunia, mulailah dari hal kecil dengan berani berpikir berbeda, dapat memberikan berbagai inovasi sehiingga berani melakukan evaluasi,” ujarnya.

Hadir juga pada launching tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Menag, Abu Rokhmad menjelaskan agar pihak PTKIN lebih mempersiapkan proses penyeleksian mahasiswa baru di tahun depan.

“PMB PTKIN tahun 2025 sangat kuat persaingan antar kampus, terutama antar PTKIN dengan kampus-kampus sebelah sangat ketat. maka dari itu kita perlu persiapan yang lebih matang lagi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan adanya siklus ketidaktetapan yang membuat naik dan turun para pendaftar sehingga sampai terjadinya pendaftaran ulang sebagai mahasiswa baru.

“Adanya fluktuasi yang menyebabkan naik turun pada PBM merupakan tugas menjadi catatan besar untuk segera di selesaikan, agar mahasiswa tidak mendaftar ulang,” katanya.

Ditempat yang sama, Rektor UIN RF Nyayu Khadijah menjelaskan perlunya keterlibatan Menag dalam membangun bakat yang dimiliki oleh masyarakat untuk menjadi penerus bangsa yang bermanfaat.

“Semua anak mempunyai potensi menjadi pemimpin di masa depan yang menjadi pesan tersendiri bagi Menag, bagaimana perannya menjadikan semua umat beragama terus terbuka dan lebih baik kedepannya,” tuturnya.

Terakhir Nyayu berharap agar lebih peduli pada perbedaan budaya yang dimiliki, tidak mempermasalahkan agama yang dianut sebagai syarat untuk mendaftar perkuliahan di PTKIN.

“Semua PTKIN disini tidak hanya menerima lulusan SMA dari agama islam, tetapi semua agama kita terima karena merupakan bagian dari suatu Perguruan tinggi yang terbuka dengan keberagaman dan menghargai identitas lokal, ” tutupnya.

Reporter : Gandhi Ramadhan dan Helsi Anggraini

Editor: Marshanda

About Post Author

Marshanda

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Mahasiswa PGMI UIN Raden Fatah, Unjuk Bakat di Festival Seni Budaya
Next post Tingkatkan Kreatifitas Mahasiswa, Prodi PGMI UIN RF Adakan Festival Seni Budaya