Masih Daring, FITK Lakukan PTM Terbatas Pada MK Praktik

ilustrasi

UIN RF – Ukhuwahnews | Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas telah dilaksanakan oleh tujuh fakultas di UIN Raden Fatah Palembang sejak Oktober lalu. Namun, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) masih belum melaksanakan PTM Terbatas secara menyeluruh. Senin, (18/10/21).

Menanggapi hal tersebut, Humas Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Hazuliza mengatakan bahwa pembelajaran kuliah tatap muka terbatas di fakultas dilakukan hanya pada praktik laboratorium dengan ketentuan yang ada.

“Pelaksanaan perkuliahan masih secara online. Namun, pelaksanaan tatap muka tarbatas secara offline dilaksanakan pada praktik laboratorium, seperti Laboratorium Keagamaan dan MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi) dengan ketentuan jumlah peserta 25% dari total jumlah mahasiswa,” ujarnya melalui via WhatsApp.

Hazuliza menambahkan bahwa perkuliahan tatap muka juga diberlakukan pada mahasiswa yang akan melakukan ujian.

“Selain itu pula diberlakukan juga pada mahasiswa yang akan melakukan Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), Seminar Proposal, Seminar Hasil serta pelaksanaan Munaqosah,” tambahnya.

Meskipun demikian pelaksanaan pembelajaran kuliah tatap muka ini tentunya wajib melampirkan surat vaksin Covid-19 bagi mahasiswa dan juga dosen dan tetap mematuhi peraturan protokol kesehatan.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Inggris, Amalia Hasanah mengatakan jika saat ini prodi hanya menjalankan perintah dari fakultas mengenai pembelajaran kuliah tatap muka.

“Kami dari prodi hanya menjalankan perintah dari fakultas saja karena saat ini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sampai saat ini belum memberlakukan kuliah tatap muka,” katanya.

Sementara itu, Mahasiswa FITK Pendidikan Bahasa Inggris, Meriska Oktariani berharap agar bisa mempertimbangkan ulang pelaksanaan kuliah tatap muka.

“Semoga bisa dipertimbangkan ulang untuk pelaksanaan kuliah tatap muka ini demi menunjang pemahaman mahasiswa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tutupnya.

Reporter: Desi Sari Cahyani, Bagus Rizki Fadhilah
Editor: Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *