Listrik Padam, PBAK Daring UIN RF Sempat Terjeda

Salah seorang kru sedang mengkoordinir aplikasi livestreaming dalam Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) UIN Raden Fatah Palembang. PBAK tahun ini diadakan secara daring karena untuk pencegahan pertumbuhan klaster baru covid-19. Senin, (6/10/20). Ukhuwahfoto/ Krisna Aldrin Gunawan

UIN RF – Ukhuwahnews | Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK) Daring UIN Raden Fatah Palembang sempat terjeda. Hal ini disebabkan listrik di lingkungan kampus UIN padam. Senin, (5/10/20).

Ketua Pustipd selaku koordinator jaringan PBAK online, Fahrudin, mengatakan dihari pertama pelaksanaan PBAK tidak menemukan kendala, sebab persiapan dan kelengkapan materi sudah cukup matang. Namun, karena listrik yang sempat padam, panitia kehilangan koneksi internet dan semua perangkat mati beberapa detik.

“Kalau kendala secara umum tidak ada, cuma tadi listrik UIN sempat mati jadi live streaming terjeda sekian detik. Tapi, karena kita sudah menjadi langganan premium PLN, tentu kendala ini berlangsung tidak lama,” ungkapnya.

Guna mengantisipasi agar listrik tidak kembali padam di hari berikutnya, ia meminta kepada pimpinan UIN Raden Fatah agar langsung bersurat ke PLN supaya tidak ada pemadaman di UIN selama PBAK Daring berlangsung.

“Tadi saya langsung meminta kepada pimpinan agar langsung mengajukan permohonan ke pihak PLN untuk tidak melakukan pemadaman selama PBAK online dilaksanakan,” tambahnya.

Selain itu, ketua pelaksana PBAK, M. Hafis mengatakan persiapan PBAK online keseluruhan sudah cukup matang. Meskipun masih terdapat kendala, sebab PBAK online sendiri terbilang perdana sebagai penyesuaian di tengah kondisi pandemi. 

“Kita tidak bisa memungkiri bahwa dengan adanya virus corona mau tidak mau kita harus beradaptasi. Jadi kita memanfaatkan media aplikasi Youtube dan Zoom, dengan harapan semua mahasiswa baru bisa mengakses dan mengikutinya,” tuturnya.

Diakhir, Hafis kembali menginformasikan ada sebanyak 4236, dengan setiap kakak damping diberikan tanggung jawab untuk memantau sebanyak 70 mahasiswa baru perkelompok.

“Paling tidak ada sebanyak 70 mahasiswa baru perkelompok, dengan kakak damping yang langsung memantau melalui WhatsApp. Adik-adik wajib mengirim capture foto saat sedang mengikuti PBAK ke WhatsApp,” pungkasnya.

Reporter : Mita Rosnita
Editor : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *