Kuliah Daring, Pengaruhi Tingkat Kritis Mahasiswa

Salah seorang mahasiswa yang sedang menyimak materi pembelajaran di situs E-Learning UIN Raden Fatah Palembang. Ukhuwahfoto/ Wisnu Akbar

UIN RF – Ukhuwahnews | Memasuki semester ganjil 2020, UIN Raden Fatah Palembang masih menggunakan kuliah dengan metode jarak jauh. Hal ini berpengaruh kepada pola pikir dan tingkat kekeritisan mahasiswa baru UIN RF sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prodi Jurnalistik Semester 1, Sri Jumiarti mengatakan dengan sistem online seperti ini memang harus mulai membiasakan diri dan mengubah pola pikir.

“Sekarang merasa ada perubahan pola pikir dari Sekolah Menengah Atas (SMA) ke kuliah, mulai berusaha untuk bisa dan paham dalam segala hal,” ujarnya saat diwawancarai via whatsapp. Sabtu, (14/11/20).

Meskipun begitu, Sri mengaku belum bisa untuk berpikir kritis seperti mahasiswa kebanyakan. Dia harus banyak belajar lagi dan berharap ada perubahan yang positif selama kuliah ini.

Sejalan dengan Sri, Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah 2020, Sinta Lidya Sari mengungkapkan dirinya juga belum bisa berpikir kritis.

“Masih penyesuaian, sebenarnya sudah mulai bertanya dengan dosen meskipun masih malu. Berhubung online seperti ini, jadi belum tau bagaimana kehidupan kuliah secara langsung,” terangnya.

Mahasiswa Fakultas Psikologi Prodi Psikologi Islam Semester 1, Siti Alicia Zahirah mengungkapkan berpikir kritis memang bisa menambah wawasan selama perkuliahan terkhusus untuk para maba.

“Tidak hanya itu, melatih untuk berpikir kritis bisa melalui apa saja, contohnya dari penjelasan dosen, internet, maupun media sosial yang sering kita gunakan,” tuturnya.

Menanggapi hal itu Dosen Fakultas Psikologi, Yuli Asmala mengatakan, kuliah daring memang sangat mempengaruhi pola pikir maba, peluang mereka untuk tidak fokus pada pembelajaran sangat besar karena tidak berkumpul di kelas.

“Orang sekitarnya turut mempengaruhi konsentrasinya, yang malas bisa makin menjadi malas dengan memberikan beberapa alasan tidak ada jaringan misalnya, namun dosen juga tidak memaksa karena kondisi seperti ini,” jelasnya.

Yuli juga menambahkan, macam-macam kelakuan mahasiswa dan semuanya rata seperti itu, ada mahasiswa yang kritis dan sebaliknya, hingga ada yang penting hadir dan absen saja.

“Meskipun begitu, ada cara yang saya lakukan agar melatih cara berpikir kritis mereka. Dengan menampilkan beberapa gambar, mengadakan kuis, dan aktifitas lainnya yang mengajak mereka untuk berpikir kritis, dan kemudian aktif di mata perkuliahan,” tutupnya.

Reporter : Krisna Aldrin, Desby NP
Editor : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *