Ketua LP2M UIN RF Enggan KKN 73 Disebut ‘KKN Online’

Foto: Mahasiswa KKN 73 daerah Sukarami, Palembang. Foto/IST

UIN RF – Ukhuwahnews |Sebutan ‘KKN online’ di masa pandemi ini membuat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Sefriyeni meluruskan kalau KKN tersebut bukanlah KKN online.

“Namanya bukan KKN online, tapi KKN Dari Rumah (DR) dan KKN Kerja Sosial (KS),” ujar Syefriyeni saat diwawancarai, Senin (15/06/2020).

Dia menjeaskan Sefriyeni KKN DR merupakan KKN yang dikerjakan di rumah yang meliputi bentuk karya tulis seperti membuat artikel, menulis buku, membuat vidio atau pamphlet. Sedangkan KKN KS/Relawan yang merangkup kerja sosial yang berbentuk relawan.

“Dalam opsi KKN KS, mahasiswa menjadi relawan kelurahan atau kecamatan di daerah mereka masing-masing, baik desa ataupun kota. KKN terakhir adalah KKN Kesehatan, opsi ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa, seperti mahasiswa harus berasal dari program studi kesehatan dan lebih mengarah di bidang medis,” imbuhnya.

Menyikapi adanya KKN di tengah pandemi ini, Nurul Qomariah, mahasiswi Fakultas Hukum Ekonomi Syariah mengatakan pengabdian tersebut hal terpenting bagi mahasiswa.

“Untuk apa kuliah tinggi-tinggi tapi kita tidak bisa mengabdi pada masyarakat. Pengabdian terhadap masyarakat juga akan menjadi pelajaran buat masa yang akan datang, agar ketika kita lulus dan bekerja nanti kita sudah terbiasa berbaur dengan masyarakat,” sampainya.

Sebagai mahasiswa yang megikuti KKN 73, Nurul memilih model KKN Relawan. Menurutnya jika memilih KKN DR akan fokus pada literasi dan referensi.

“Saya rasa KKN DR itu rasanya kurang puas, apalagi kita diharuskan untuk fokus pada buku-buku dan tidak setiap saat turun ke lapangan,” pungkasnya.

Reporter: Yuni Rahmawati, Annisa Dwilya Budaya
Editor: Melati Arsika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *