Kebijakan Baru Pengurangan UKT, Presma UIN RF : Kampus Tak Penuhi Hak Mahasiswa

Tangkapan layar akun instagram @demauinradenfatah, yang membagikan cerita dari akun instagram pribadi Presiden Mahasiswa UIN Raden Fatah, @rezaanggara1 pada Jumat, (04/02/2022).

UIN RF – Ukhuwahnews | Kebijakan baru pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Raden Fatah, menimbulkan polemik di kalangan mahasiswa. Hal tersebut dikomentari oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Reja Anggara yang menganggap kampus tidak memenuhi hak mahasiswa.

“Ini adalah suatu bentuk ketidakbijaksanaan dan dinilai diskriminatif terhadap mahasiswa yang mempunyai hak, namun tidak bisa mendapatkan hak-nya,” tulisnya di cerita instagramnya pada Jumat, (04/02/2022) yang dibagikan oleh akun @demauinradenfatah.

Pasalnya pada tanggal 3 Januari 2022, bersamaan dengan pembukaan pembayaran UKT, UIN Raden Fatah mengeluarkan kebijakan terkait pemotongan UKT sebesar 10%, 80% dan 100%, yang ditutup pada tanggal 28 Januari 2022. Namun sebelum ditutupnya pembayaran UKT, terjadi down di sejumlah Bank Mitra UIN Raden Fatah Palembang. Akhirnya, pihak UIN menutup billing pembayaran untuk sementara waktu sebelum batas akhir pembayaran.

Selanjutnya, pihak kampus kembali mengeluarkan surat edaran pada tanggal 26 Januari 2022, yang berisi perpanjangan masa pembayaran UKT. Dari yang sebelumnya ditutup pada 28 Januari 2022, diperpanjangan sampai tanggal 9 Februari 2022.

Namun, lagi-lagi pihak UIN mengeluarkan surat edaran di tanggal 4 Februari 2022, yang berisi kuota pengurangan UKT telah memenuhi batas maksimal. Kebijakan lanjutan adalah perpanjangan waktu pembayaran hingga tanggal 9 Februari sampai 10 Februari 2022.

Surat edaran tersebut diposting oleh akun instagram @uinrfupdate. Dalam komentar postingan, akun instagram @elsyafriani memprotes kebijakan yang ada. Ia mengatakan jika ada pembatasan kuota pengurangan UKT, seharusnya diinformasikan sejak awal.

“Kalau ada kuota terbatas, kenapa tidak diinfokan dari awal? Karena, berkas pengajuan sudah di acc dan ketika ingin transaksi sebelum penutupan, sistemnya gangguan. Saat sudah bisa dibayar, UKT kembali ke nominal normal. Kira-kira ada yang bisa memberi kejelasan tidak?,” tulisnya.

Baca juga : Syarat Sidang Akhir, 387 Mahasiswa FITK Ikuti Wisuda Tahfidz

Di kolom komentar yang sama, akun instagram @syilma_aulia_syafira juga mengeluhkan kebijakan yang diambil sepihak oleh UIN Raden Fatah. Sebab, ia tinggal menunggu jadwal sidang akhir, itupun ia masih harus meminjam uang untuk membayarnya.

“Saya tinggal menunggu jadwal munaqosyah. Saya sudah sangat bahagia karena dapat pengurangan UKT 80% dan hanya membayar 500 ribu. Dan orang tua masih harus meminjam dana ke orang lain,” tuturnya.

Surat Edaran Rektor terkait pengurangan UKT yang sudah memenuhi batas maksimal. Kebijakan ini dikeluarkan pada Jumat, (04/02/2022) dengan Nomor : B.030/Uin.09/4.2/PP.09/02/2022

Di sisi lain, Wakil Rektor II Bagian Adminstrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Abdul Hadi mengatakan pembatasan kuota pengurangan UKT tersebut sudah menjadi keputusan Rektor.

“Berdasarkan keputusan Rektor ada pembatasan kuota dalam pengurangan UKT. Pengajuan pengurangan UKT ada yang tidak bisa diterima, karena sudah melampaui estimasi total pengurangaan UKT,” ujarnya dalam pesan Whatsapp yang beredar.

Ia juga menambahkan, untuk informasi lebih lanjut, mahasiswa bisa langsung bertanya ke pihak Badan Adiminstrasi dan Akademik Kemahasiswaan (BAAK) terkait penerimaan pengurangan UKT.

Sampai berita ini dinaikkan, pihak BAAK masih menutup komentar mengenai kebijakan lebih lanjut, tentang mahasiswa yang harus membayar penuh UKT padahal seharusnya mendapatkan pengurangan.

Reporter : Dwi Reynaldi, Elyssa Meilyana
Editor : Annisa Dwilya Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *