Kasus Covid-19 Melandai, FDK UIN RF Siap Laksanakan Ujian Skripsi dan Perkuliahan Secara Offline

Surat Edaran mengenai pelaksanaan ujian skripsi dan proses perkuliahan yang akan dilaksankan secara offline.

UIN RF – Ukhuwahnews | Kasus Covid-19 Menurun, kini Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang siap melakukan ujian skripsi dan perkuliahan secara offline. Hal ini dibuktikan dengan keluarnya Surat Edaran (SE) Nomor B-492/Un.09/V.I/PP.00.9/03/2022 tentang pelaksanaan ujian skripsi dan proses perkuliahan yang akan dilaksankan secara offline pada Senin, (14/03/2022).

Dekan FDK Achmad Syarifudin mengatakan saat ini kondisi kasus Covid-19 telah menurun, untuk itu banyak dosen FDK yang mengusulkan agar pelaksanaan ujian skripsi dan proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka sehingga hasil pembelajaran lebih maksimal

Alhamdulillah kini kasus Covid ini sudah turun kembali, sebetulnya pelaksanaan ujian skripsi dan proses perkuliahan telah berlaku sejak ketentuan New Normal dari Pemerintah Kota Palembang. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti karena kasus omicron yang kembali meningkat, untuk itu pihak kampus telah mempertimbangkan kesehatan dosen maupun mahasiswa dengan mengeluarkan edaran kuliah online,” katanya saat diwawancarai via WhatsApp, Rabu (16/03/2022).

Syarifuddin menjelaskan bahwa ada beberapa persyaratan yang berlaku untuk perkuliahan secara offline, diantaranya mahasiswa dan dosen telah melakukan vaksinasi minimal tahap kedua serta kegiatan Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) hanya dilaksanakan minimal lima kali.

“Sama seperti kemarin kita mengacu pada edaran perkuliahan PTMT semi offline, syaratnya dosen dan mahasiswa telah divaksin minimal dua kali serta kapasitas ruangan hanya 50 persen atau sekitar 20 sampai 25 orang. Sementara untuk ujian skripsi akan disesuaikan kembali oleh dosen pengampu,” jelasnya.

Baca juga: Peringati Harla Ke-24, FDK UIN RF akan Tambah Prodi Magister KPI

Ia juga mengungkapkan, ketentuan dalam SE tersebut sudah berlaku sejak tanggal 15 Maret 2022 dan akan terus dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi Pandemi Covid-19 jika ada kenaikan kasus.

“Perkuliahan ini kita evaluasi setiap sepekan atau sepuluh hari. Hal yang utama yang perlu dipertimbangkan adalah kondisi pandemi, jika tidak ada pertambahan kasus Covid-19 atau dosen dan mahasiswa sehat kita akan lanjut perkuliahan secara offline,” ungkapnya.

Menanggap hal tersebut, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Jurnalistik, Andhita Prastiwa Putri merasa sedikit khawatir terkait ujian skripsi yang dilangsungkan secara offline, sebab jika ujian dilaksanakan secara tatap muka akan ada tantangan yang lebih besar.

“Kalau ujiannya offline akan lebih terasa tertantang karena kita harus memiliki referensi yang banyak dan belum lagi jika ditanya dosen secara detail. Sedangkan saat kuliah online kita hanya melalui laptop dan terkesan lebih santai,” tuturnya.

Andhita mengatakan sebagai mahasiswa tingkat akhir ia tidak memiliki banyak persiapan untuk proses perkuliahan kedepannya dan akan fokus mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian skripsi.

“Mungkin tidak ada persiapan tertentu karena kebetulan saya tidak memiliki mata kuliah lagi, mungkin saya akan mempersiapkan mental dan fisik agar lebih matang dalam menghadapi segala hal,” pungkasnya.

Reporter: Devi Mellani
Editor: Siti Alicia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *