Kabupaten MUBA Jadi Lokasi Terakhir di Hari Ketiga Pemberangkatan KKN Ke-81 UIN

UIN RF — Ukhuwahnews | Keberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ke-81 di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN RF) tahun 2024 telah terlaksana tiga hari, terhitung sejak Senin hingga hari ini yang menjadi hari terakhir pemberkatan peserta, Rabu (07/02/2024).

Di hari terakhir ini, lokasi yang menjadi tujuan KKN adalah Musi Banyuasin (Muba) dan bus akan berangkat ke empat kecamatan di kabupaten Muba dari 20 total kecamatan.

Salah satu Supir Bus, Suhardi (48) mengatakan cuaca yang saat ini terus hujan menjadi faktor banyak daerah Muba yang tidak dapat diikutsertakan.

“Mungkin dikarenakan cuaca ada kecamatan yang tidak dapat dikunjungin sebagai tempat KKN dan juga ada kendala banjir kemarin,” ucapnya.

Selain itu, Suhardi juga mengatakan tidak hanya cuaca yang menjadi penghalang tetapi kondisi jalan juga berpengaruh untuk sampai di lokasi tujuan.

“Kalau dari sini kurang lebih 4-6 jam, dikarenakan kondisi jalan juga macet dan ada faktor beberapa daerah jalanan yang belum di aspal,” tambah Suhardi.

Di tempat yang sama, Dosen Pembimbing Kelompok (DPL), Sofyan mengungkapkan telah survei ke lapangan dan memang ada beberapa daerah Muba yang memiliki kendala jalan yang kurang mendukung untuk menuju ke lokasi.

“Waktu kami survei ke lapangan kemarin ada daerah tertentu yang dari segi jalan kurang mendukung karena musim hujan,” jawabnya.

Sofyan juga menuturkan bahwa segala kendala yang akan dihadapi nanti tidak masalah dan dapat menjadi kenangan bagi peserta.

“Kalau itu gak masalah, namanya perjuangan dan berjuang tidak selamanya mulus. Mungkin terdapat beberapa kendala tetapi itu lah yang menjadi kenangan bagi kami,” ujarnya

Terakhir, Sofyan menjelaskan harapan dan masukannya terhadap lembaga untuk menyelesaikan beberapa surat pengantar dari pemerintah kota agar KKN terlaksana tanpa adanya kekhawatiran dari warga dan pejabat desa.

“Ini mungkin masukan dari Dosen Pembimbing Lapangan untuk lembaga karena sampai saat ini (07/02/2024) surat dari pemerintah kota itu belum turun, sehingga desa-desa itu tanya surat dari atasan kok belum kami terima,” tuturnya.

“Jadi sebagai harapan bagi lembaga untuk menyelesaikan, biar kami tidak tanya-tanya dari pihak desa, apalagi menjelang pemilu orang banyak yang was-was,” pungkas Sofyan.

Reporter: Marsya Dwi R (Anggota magang LPM Ukhuwah)
Editor: Hanifah Asy Syafiah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *