Hasil Dialog Terbuka Permasalahan UKT UIN RF, Rektor Beri Waktu Validasi

Dialog terbuka antara Mahasiswa, Rektor dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan terkait Uang Kuliah Tunggal UIN Raden Fatah di Ruang Komisi V Senin, (14/02/2022). Ukhuwahfoto/Krisna Aldrin Gunawan.

Palembang – Ukhuwahnews | Setelah berbuntut panjang hingga ke Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel), mahasiswa UIN Raden Fatah diberikan tenggat waktu selama tiga hari untuk validasi berkas pengajuan pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Hal tersebut disampaikan Rektor UIN Raden Fatah, Nyayu Khadijah dalam dialog terbuka di ruang Komisi V DPRD Sumsel, Senin (14/02/2022). Kemudian, jika ada mahasiswa yang mendapatkan pengurangan UKT, tetapi nominal kembali normal maka dapat langsung menemui dirinya.

“Apabila ada mahasiswa yang mengalami hal tersebut, silahkan temui saya. Saya sendiri yang akan mengatasinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nyayu mengatakan pengurangan tersebut membuat UIN Raden Fatah merelakan dana sebesar Rp23,5 miliar selama empat semester sejak 2020. Namun semester ini, bantuan yang dikeluarkan sebanyak Rp8,7 miliar untuk 9.611 mahasiswa.

“Kalau di Sumsel hanya UIN Raden Fatah yang memberikan pengurangan UKT, jadi belum tentu perguruan tinggi negeri yang lain memberikan pengurangan UKT yang serupa,” tambahnya.

Rektor UIN Raden Fatah, Nyayu Khadijah saat menghadiri panggilan DPRD Sumatera Selatan. Senin, (14/02/2022). Ukhuwahfoto/Krisna Aldrin Gunawan.

Sementara itu, Nyayu mengatakan terkait kendala mahasiswa tidak dapat melakukan pembayaran di bank, dikarenakan terjadinya overload sistem yang seharusnya masa pembayaran berakhir pada tanggal 28 Januari 2022.

“Namun, kesalahan sistem terjadi pada 24 Januari yang mengalami overload dan membuat sejumlah mahasiswa tidak dapat melakukan pembayaran. Sehingga, masa pembayaran UKT diperpanjang sampai tanggal 9 Februari dan kembali diperpanjang pada14 Februari,” tuturnya.

Baca Juga : PORSENI Eratkan Silaturahmi Warga Desa Perambahan

Selanjutnya, Ia mengungkapkan bahwa ada kesalahan data dari bawahannya terkait kelengkapan berkas pengurangan UKT. Sehingga ada beberapa mahasiswa yang tidak memenuhi syarat tetapi mendapatkan pengurangan.

“Seperti pada potongan 100% untuk orang tuanya yang meninggal dunia karena Covid-19. Karena saat ini Covid-19 sudah menurun, maka kami melakukan pengecekkan ulang dan ternyata dari 69an hanya sekitar 13 mahasiswa yang memenuhi syarat,” tutupnya.

Dialog tersebut dipelopori oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang tergabung dalam Organisasi Cipayung Plus cabang UIN Raden Fatah Palembang.

Reporter : M. Reza Arya Pramoedya
Editor : Annisa Dwilya Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *