Hadiri Wisuda UIN RF ke-84, Staf Ahli Menag RI Singgung Pemilu 2024

Potret Staf Ahli Menteri Agama RI saat menyampaikan orasi ilmiah pada wisuda ke- 84 di Gedung Academic Center, Sabtu (18/03/2023). Ukhuwahfoto/Raihanah.

UIN RF UStaf Ahli Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Abu Rohmat menghadiri Wisuda UIN Raden Fatah ke-84. Pada kegiatan ini, Ia menyinggung terkait pemilihan umum (Pemilu) 2024, Sabtu (18/03/2023).

Pada orasinya, Abu Rohmat mengatakan para pendiri bangsa sudah sepakat menjadikan demokrasi sebagai sistem politik di Indonesia.

“Meskipun kata demokrasi tidak ada dalam Undang-undang dasar 1945, tetapi saat ini demokrasi diyakini sebagai sistem politik terbaik dan terbukti mampu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tetap utuh,” tuturnya di Gedung Academic Center saat orasi.

Lebih lanjut, ia menyinggung soal pemilu yang akan diadakan pada 2024. Ia mengatakan, para peserta wisuda bukan hanya harus menentukan pilihan pribadi tapi juga kepentingan bangsa.

“Pilihan-pilihan dari kalian akan menentukan, bukan hanya untuk kalian pribadi tetapi juga untuk kepentingan-kepentingan kebangsaan dan keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI) termasuk kemuliaan Agama yang kita anut,” ujarnya.

Abu menambahkan, agar para peserta wisuda dapat menentukan pemimpin bangsa yang mampu menyatukan Indonesia dengan ke-Islaman.

“Kepada para peserta wisuda, menjelang pemilu 2024 kalian harus cerdas gunakan akal sehat untuk menentukan mana pemimpin yang mampu menjadikan keislaman dan ke-Indonesiaan sebagai satu kesatuan yang tidak boleh ditabrakan,” katanya.

Kemudian, Abu mengatakan untuk menjadikan negara NKRI yang nyaman bagi seluruh penduduk Indonesia diperlukan memiliki rasa tanggung jawab.

“Diperlukan tanggung jawab untuk tetap menjadikan NKRI sebagai rumah besar yang nyaman, adem sebagai seluruh penduduk Indonesia yang memang kita tau beragam agama dan suku,” pungkasnya.

Baca juga : Wisuda Sarjana ke-84, UIN RF Luluskan 1200 Sarjana

Salah satu mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Dwi Astuti beranggapan bahwa orasi yang disampaikan sangat baik untuk kedepannya.

“Menurut saya tadi yang disampaikan soal identitas politik sangat baik kedepannya untuk mahasiswa bagi yang baru lulus maupun yang baru masuk karena itu sangat menjunjung tinggi apa yang diinginkan para civitas akademika dan guru-guru besar,” ujarnya.

Terakhir, Dwi juga berharap agar peserta sidang dapat mengimplementasikan orasi yang disampaikan Abu Rohmat.

“Harapannya semoga lebih banyak implementasi yang di jalankan aja sih baik dari civitas akademika, tenaga pendidikan dan mahasiswanya, itu aja,” pungkasnya.

Reporter : Raihanah
Editor : Imelda Melanie Agustin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *