FISIP UIN RF Gelar Workshop, Sebagai Syarat Prodi Baru

Dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran Bandung, Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, MS. sedang memberikan pengarahan kepada para Dosen peserta Workshop di ruang rapat utama FISIP UIN Raden Fatah Palembang, pada Senin (21/03/22). Ukhuwahfoto/Dafid Amirul Mukminin

UIN RF – Ukhuwahnews| Setelah memiliki dua Program Studi (Prodi) Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Raden Fatah Palembang saat ini mempersiapkan penambahan Prodi Administrasi Publik.

Dalam hal ini, sebagai salah satu syarat, FISIP menyelenggarakan Workshop Persiapan Teknis Pendirian Prodi Administrasi Publik pada Senin, (21/03/2022).

Dosen Prodi Aministrasi Publik Universitas Padjadjaran Bandung, Entang Adhy Muthar menyampaikan penyelenggaraan workshop ini tak lain merupakan salah satu tahapan dalam mempersiapkan Prodi baru yang akan datang.

“Workshop ini sebagai masukan informasi untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dan menjadi dasar perbaikan dokumen sehingga pada saat pengiriman, dokumen tersebut sudah cukup baik” katanya saat menyampaikan materi.

Lebih lanjut, Adhy mengatakan dalam workshop tersebut akan ada pertemuan lanjutan mengenai proposal yang telah disampaikan sebagai proses persiapan pembukaan Prodi Adminitrasi Publik.

“Saya berkeinginan  hasil dari  proposal yang telah di sampaikan segera diperbaiki, sehingga kasus yang terjadi tidak terlalu komperhesif. Namun bukan tidak mustahil, karena kemarin mendapatkan catatan kecil diharapkan kedepannya sudah membaik,” ujarnya.

Baca juga: Hari Hutan Sedunia: Lindungi Hutan Demi Jaga Orang Utan

Senada dengan itu, dosen Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang, Taufik Ahya pihaknya akan  mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk pendirian Prodi baru yang nantinya akan dikirimkan ke Kementrian Pendidikan  dan Kementrian Agama (Kemenag).

“ Kita akan langsung mengirimkannya setelah dokumen pendirian Prodi ini sudah siap dan lengkap. Mungkin, nanti Kemenag bersama dengan Kementrian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) akan memeriksa kelayakan dokumen tersebut untuk pemberian izin pembukaan Prodi Administrasi Publik,” tuturnya.

Calon Kepala Prodi Administrasi Publik itu mengungkapkan terdapat beberapa kendala dalam proses persiapan pendirian prodi baru ini teknis.

“Kendala yang dihadapi oleh tim, ialah tuntutan dari aturan-aturan yang ada terkait dengan pengisian dokumen itu, misalnya tentang ketersediaan dosen tetap dan pencantumkan profil lulusan,” ungkapnya.

Taufik juga menambahkan terkait tanggal peresmian prodi baru ini belum dapat dipastikan. Sebab, masih menunggu keputusan dari kementrian agama dan kementrian pendidikan.

” Jika bulan depan sudah keluar izinnya maka kita langsung menjadwalkan peresmian berdirinya Prodi baru itu,” Tambahnya.

Terakhir Wakil Dekan I FISIP, Yenrizal juga mengatakan bahwa rencana pembukaan prodi baru ini harus segera diselesaikan. Maka dari itu diharapkan penyelenggarakan workshop ini dapat membantu proses pengadaaan Prodi baru itu.

“Dari acara hari ini kita berharap dengan kehadiran Bapak Entang Adhy Muhtar dan Ramadhan Pancasilawan akan bisa memberikan motivasi,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Muflih, Dafid Amirul Mukminin
Editor: Siti Alicia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *