FISIP Adakan Webinar Internasional: Kembangkan Peradaban Melayu di Era Digital

UIN RF – Ukhuwahnews| Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan Webinar Internasional bertema “Reinterpretation Malay in the Digital Era: Perspective Political and Communication Science” disiarkan secara Virtual Zoom Meeting. Senin, (22/11/2021).

Dekan FISIP, Prof DR. Izomiddin, MA mengatakan bahwa perkembangkan keberadaan peradaban Islam-Melayu sebagai kemampuan dalam meningkatkan keilmuwan mengenai nilai-nilai ke Melayu-an.

“Berdasarkan tema, membahas perkaitan perkembangan keberadaan peradaban Islam Melayu untuk dijadikan sebagai tuntunan revolusi industri dalam saat ini yang ditandai dengan era digital,” ujarnya dalam sambutan.

Prof Dr. H. Duski Ibrahim M. Ag selaku pemateri membahas materi “Membangun Paradigma Melayu di Era Kekinian” secara daring melalui Zoom Meeting. Senin, (22/11/21).

Dalam Materinya, Dosen Pasca Sarjana UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. H. Duski Ibrahim, M.Ag menyampaikakan bahwa globalisasi pada dasarnya bertujuan menghegemoni segala bidang. Dunia Melayu harus diakui karena Dunia Melayu sangat jauh tertinggal di berbagai bidang dari belahan dunia lain

“Komunitas Melayu saat ini memang sedang mengalami krisis multikompleks di berbagai persoalan ekonomi, politik, pendidikkan, kualitas lingkungan, masalah sosial, hubungan sosial serta nilai-nilai kehidupan. Oleh karena itu, makanya harus membangun paradigma Dunia Melayu,” kata Pembina Kajian Melayu UIN Raden Fatah Palembang.

Ia menambahkan, dalam membangun paradigma Melayu sebagai rangka meminimalisir keterpurukkan dan ketertinggalan komunitas Melayu di era gobal dan digital ini.

“Paradigma Melayu sebagai semangat kesadaraan bersama Melayu terkait dengan adanya kerisauan oleh kekuatan yang lebih besar, seklaipun bersifat abstrak, dapat dalam bentuk globalisasi, birokrasi, pembangunan serta pengembangan bisnis,” tambahnya dalam seminar yang diikuti 192 peserta ini.

Materi kedua, Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Dr. Antar Venus, MA. Com, menyampaikan bahwa Melayu mencangkup batasan luas sehingga Melayu identitik dengan Islam.

“Melayu dalam batasannya mencangkup Islam dan non-Islam, Melayu identik dengan Islam dikarenakan terdapat dua batasan, bahasa, dan kebiasaan,”ujarnya.

Ia menambahkan, konsep Melayu sangat dekat dengan Islam, sehingga ada kesamaan di dalam lingkungan Melayu.

“Paradigma seorang Melayu menggunakan hati, berkomunikasi jujur, sikap tegas dan menjunjung nilai berbudi tinggi,” tutupnya.

Reporter: Wiardini
Editor: Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *