Dinilai Mencederai Demokrasi Kampus, Aliansi Mahasiswa UIN RF Gugat KPUM

UIN RF – Ukhuwahnews | Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang melakukan Aksi Damai didepan Gedung Rektorat untuk menuntut pembubaran Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Task Force. Aksi ini dilakukan lantai KPU-M dan Task Force dinilai tidak netral dan mencedari demokrasi kampus menjelang Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira). Kamis,(30/11/2023).

Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN RF Syaiful Huda melengkapi aksi ini dengan membacakan surat tuntutan untuk memperjuangkan keadilan secara damai. Ia juga menjabarkan Lima Poin Tuntutan yang dilayangkan pada momentum ini, diantaranya;

  1. Bubarkan KPU-M karena pada dasarnya KPUM tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan timeline pemilihan
  2. Bubarkan Task Force karena terindikasi berpihak pada suatu kelompok selama proses pemilihan KPU-M.
  3. Mendesak Rektorat untuk mengambil alih karena sudah melenceng dari aturan-aturan yang sudah berlaku dan mencederai demokrasi di Kampus Biru, UIN Raden Fatah Palembang
  4. Mendesak Rektorat untuk mengambil keputusan sesuai dengan poin tuntutan yang telah dijelaskan, selambat-lambatnya dalam kurun waktu 2×24 jam
  5. Apabila poin tuntutan tersebut tidak dikabulkan, maka dari Aliansi Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang akan memboikot jalannya PEMIRA 2023 sampai poin tersebut direalisasikan oleh Pimpinan Rektorat UIN Raden Fatah Palembang

Menanggapi gugatan KPU-M, Wakil Rektor I UIN RF, Muhammad Adil meminta kesenjangan waktu untuk mendapatkan solusi atas terjadinya aksi masa ini dikarenakan pimpinan yang terkait belum sempat hadir.

“Kami akan evaluasi dan menyampaikan ke Pimpinan sesegera mungkin, karena saat ini Rektor sedang berada di Makassar,” ujar Adil.

Baca Juga: [OPINI] – Pemimpin Muda Untuk Indonesia Maju

Di tempat yang sama, Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus Persatuan Bulutangkis Mahasiswa (UKMK PBM), Anwarul Fitro juga mengungkapkan aksi yang di lakukan bersama anggotanya ini dilakukan dengan damai dan tidak merusak fasilitas kampus. Selain itu, sebelumnya aksi ini juga telah disampaikan kepada Penangung Jawab Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang lain.

“Sudah berkoordinasi dengan PTKIN yang lain dan sepakat bahwa dalam pelaksanaan Pemira ini merujuk pada independensi. Dan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada demokrasi yang ada di UIN Raden Fatah Palembang,” ungkapnya.

Diakhir orasinya, Anwarul juga mengungkapkan harapannya terkait aksi yang ia beserta rekan-rekannya layangkan hari ini.

“Kami berharap agar Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) ini dilaksanakan secara adil damai dan transparan”, tutupnya.

Reporter: Astridda Rochmad, Oktavia (Calon Anggota LPM Ukhuwah)
Editor: Elyssa Meilyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *