DEMAU Lakukan Konsolidasi, Rektor UIN RF Belum Bisa Ambil Keputusan

Jajaran Rektorat UIN Raden Fatah Palembang bersama pihak Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) lansungkan Konsolidasi di Gedung Rektorat KAmpus B UIN Raden Fatah Palembang. Selasa (08/02/2022). Ukhuwahfoto/Odelia Winneke.

UIN RF – Ukhuwahnews | Kontroversi kian memuncak, Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Raden Fatah Palembang beserta jajaran Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) menyelenggarakan konsolidasi masalah pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bersama pihak Rektorat. Selasa, (08/02/2022).

Namun, setelah dilakukan konsolidasi terbuka, pihak rektorat UIN Raden Fatah Palembang belum bisa mengambil keputusan. Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UIN Raden Fatah, Nyayu Khodijah mengatakan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor ada 5646 orang mendapatkan potongan sebesar 10%, 3952 mahasiswa yang mendapatkan potongan UKT sebesar 80% dan 13 orang untuk potongan sebesar 100%.

“Awalnya mekanisme pengurangan UKT ini keluar pada tanggal  4 sampai 14 Januari 2022 dan di tanggal 5 sampai 15 Januari 2022 baru verifikasi berkas. Lalu, tanggal 17 Januari keluarlah SK nama-nama yang lolos untuk menerima potongan UKT tersebut, sesuai syarat dan keputusan melalui rapat para pimpinan,” katanya pada rapat tersebut.

Nyayu melanjutkan, sebelumnya memang ada kesalahan terkait pemotongan pembayaran UKT dan memang kesalahan tersebut ada pada pihak Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PUSTIPD).

“Ya memang untuk setiap nama mahasiswa yang tergolong pengurangan UKT seharusnya sudah masuk kedalam SK Rektor, dan tahun ini dipublish agar tidak terjadi kesalahpahaman  memang ini kesalahan yang harus dievaluasi untuk kedepannya agar tidak terjadi lagi,” katanya lagi.

Baca juga: Gunakan Metode Bermain, Kelompok 139 KKN UIN RF Adakan Rumah Pintar

Ia melanjutkan, UKT tidak ada pembatalan pemotongan, sebab terbukti sudah ada pembayaran dari sebagian mahasiswa. Namun, pihak rektorat UIN Raden Fatah Palembang belum dapat memastikan apakah nantinya akan ada pemotongan UKT seperti semula.

“UIN sudah melakukan yang terbaik untuk mahasiswa, namun untuk pengurangan seperti semula belum bisa dipastikan dan tidak ada yang namanya pembatalan pemotongan UKT. Buktinya sebagian mahasiswa sudah melakukan pembayaran,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Nyayu mengatakan pihak rektorat akan segera mengeluarkan perpanjangan masa pembayaran UKT bagi mahasiswa yang belum bisa membayar.

Menanggapi hal tersebut, Presma UIN Raden Fatah, Reja Anggara mengatakan hasil dari konsolidasi tersebut belum menemukan titik temu. Presma juga akan mengambil  langkah agar masalah pengurangan UKT tidak bertele-tele dan mahasiswa bisa mengambil hak mereka.

“Kami disini menjalankan hak dan kewajiban sebagai penyambung lidah bagi mahasiswa, kami mengusahakan agar hak mahasiswa bisa terpenuhi. Sebab, dari awal pembukaan pemotongan UKT, banyak mahasiswa yang sudah di Acc berkasnya, namun nama mereka tidak ada SK Rektor,” ujarnya.

Reja juga mengatakan, solusi yang dikeluarkan Rektorat pada konsolidasi sebelumnya, terkait Stop Out (SO) bagi mahasiswa yang belum bisa menerima keputusan rektor bersama jajarannya, bukanlah sebuah solusi yang bisa ditawarkan.

“Kami berharap, semoga masalah ini ditindak lanjuti sebagai bentuk pertanggungjawaban kampus terutama pihak  PUSTIPD dan SO bukan solusi dari permasalahan ini,” pungkasnya.

Reporter: Odelia Winneke, Wiardini Yuli
Editor: Siti Alicia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *