Ciptakan SDM Unggul Lewat Seminar, Dekan FDK: Saatnya Kembangkan Kurikulum MBKM

Sumber foto: Panitia seminar Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Palembang – Ukhuwahnews | Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) kembali aktif mengadakan Seminar Program Studi (Prodi) yang melibatkan lima narasumber dari masing-masing Prodi yang ada di FDK. Acara ini diselenggarakan di Ballroom Hotel Aston Palembang. Rabu, (20/10/2021).

Seminar yang mengusung tema “Strategi Pengembangan Dakwah di Masa Pandemi Covid-19” ini akan dilaksanakan selama dua hari, terhitung sejak 20-21 Oktober 2021 ditempat yang sama.

Lewat seminar ini, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. Achmad Syarifuddin, MA. mengatakan diharapkan mahasiswa dan dosen mampu mengembangkan diri disaat pandemi.

“Kegiatan ini follow up dari kegiatan-kegiatan sebelumnya, termasuklah seminar Fakultas Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kemarin,” katanya

Achmad mengatakan kegiatan ini mulai memfokuskan ke setiap program studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

“Kami mengundang dan melibatkan alumni serta stack holder yang targetnya masing-masing Prodi mampu menelaah dan menyortir kurikulum MBKM yang dapat dijadikan mata kuliah nantinya,” ujarnya.

Ia berharap dengan mendatangkan narasumber yang relevan dengan Prodi, bisa membuat dosen dan mahasiswa yang hadir mengkoneksikan dan menerapkannya untuk kelanjutan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Perwakilan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (DISDUK CAPIL) sekaligus Narasumber yang membawa topik “Interaksi Sosial di Masa Pandemi” Dra. Sarah, M.Si. mengungkapkan semua mahasiswa bisa produktif ditengah pandemi meskipun harus melakukan semuanya dari rumah.

“Mulailah dengan menggali potensi diri, apa kemampuanmu, dalami. Produktif itu tidak harus diluar rumah, sekecil apapun yang kalian lakukan itu tandanya anda sudah punya skill,” ujarnya.

Sarah menambahkan jalan kesuksesan itu tidak hanya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), mahasiswa yang keren ialah mahasiswa yang mampu menciptakan lapangan kerja sehingga bisa mengurangi pengangguran.

“Inilah perlunya mahasiswa mengemban sikap variatif, tegas, dan disiplin. Mulailah curi start, sainganmu ribuan, jangan ketika mau selesai kuliah, baru mau aktif menjadi mahasiswa,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Narasumber topik Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Masa Pandemi dan Human Resource Development (HRD), Bambang Haryanto menjelaskan perlunya menciptakan kualitas SDM untuk membentuk lulusan terbaik.

“Potensi mahasiswa yang unggul ini bisa dijadikan koalisi dan praktisi untuk kerjasama dengan akademisi nantinya. Meskipun tantangan dan hambatan selalu beriringan, terutama di era teknologi industri dan informasi,” katanya.

Bambang mengungkapkan para generasi millenial tidak bisa di doktrin untuk mengikuti kemauan Dosen. Seharusnya Dosen bisa menempatkan dirinya sebagai guideance yakni pemandu dan memberikan kebebasan mahasiswa untuk menggali potensi dirinya.

“Untuk bertahan disebuah perusahaan atau organisasi, ada beberapa hal yang perlu dipertahankan yakni kompetensi, attitude dan skill,” pungkasnya.

Terakhir, ia berharap dalam situasi pandemi ini mahasiswa harus adaptif dan peka dalam prestasi dan karir. Jangan terlalu kaku dalam bersikap dan mengambil keputusan untuk masa depan.

Reporter: Elysa Meiliana
Editor: M. Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *