Cerita Petugas Kebersihan UIN RF, Sempat Khawatir Pada Sampah Masker

Muhammad Hasan Basri (50) sedang melakukan kebersihan di lingkungan
Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Sabtu (28/11/2020). Ukhuwahfoto/Dewi Sumsari.

UIN RF – Ukhuwahnews | Tak berseragam dinas, Muhammad Hasan Basri (50) hanya mengenakkan baju lengan panjang putih yang dipadu celana dasar hitam, topi serta sepatu hitam.  Digulung lengan bajunya hingga sebatas siku, lalu ia menyapu sampah-sampah kering yang berserakan.

Sejak kampus diliburkan hingga masa normal baru saat ini, dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh Hasan sebagai petugas kebersihan UIN Raden Fatah Palembang.

Meski tetap rutin menjalankan tugasnya, Hasan merasa sedikit lebih santai daripada sebelum pandemi. “Kami bekerja lebih santai saat ini,” ujarnya ketika diwawancarai di trotoar UIN RF.

Selama pandemi, kata Hasan, ada sekitar 58 petugas kebersihan yang tetap melaksanakan tugasnya. Melihat kondisi warga kampus tidak begitu padat, menurutnya, pekerjaan keberishan kampus terasa lebih ringan dibandingkan sebelum pandemi.

Ketika masa perkuliahan normal, Hasan merasa tugasnya lebih diforsir dan dikebut sebab warga kampus lebih banyak dan aktif. “Kalau normal, jumlah mahasiswa yang datang lebih banyak, sedangkan di masa pandemi ini pekerjaan kami lebih ringan karena kegiatan mahasiswa tidak seaktif dulu,” jelasnya.

Layaknya manusia lainnya, rasa khawatir dan juga keluhan hadir dalam benak Hasan.  Ia mengupkapkan selama bekerja di masa pandemi sering kali mendapatkan sampah masker yang dibuang. Hal itu membuatnya khawatir.

“Masalah sampah masker di jalanan sempat membuat khawatir. Apalagi ketika ada pengumuman lockdown. Kemarin, kami pernah pulang jam 12 siang gara-gara lockdown, jadi kami lebih was-was dalam membersihkannya, bahkan pernah ribut dengan pengawas untuk masalah ini,” ucapnya.

Hasan juga mengatakan, sebelum pandemi, dirinya merasa lebih terbantu oleh mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan. Namun, ada juga beberapa mahasiswa yang belum memiliki kesadaran akan kebersihan.

Untuk itu, Hasan berpesan kepada mahasiswa supaya tidak membuang sampah basah secara sembarangan. Kebiasan itu akan menyulitkan pekerjaannya dan terkadang membuat kotor area lain.

“Saya mohon pada mahasiswa agar menempatkan sampah basah ke dalam tempat sampah yang tidak rusak, agar saat disapu tidak mengotori yang lain,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Ahmad Yuzri Azhari, salah satu mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Program Studi (Prodi) Perbandingan Madzhab mengatakan, lingkungan UIN RF tetap bersih walaupun di masa pandemi.

“Walaupun di masa pandemi lingkungan UIN RF masih tetap bersih dan kita sebagai mahasiswa haruslah menjaga kebersihan dua kali lipat daripada sebelumnya,” katanya.

Perihal perkara kebersihan kampus, Ahmad berharap mahasiswa yang lain tidak menganggap sepele masalah kebersihan terutama di masa pandemi ini. “Dan untuk petugas kebersihan tetap semangat dan jangan putus asa,” pungkasnya.

Reporter: Calon Anggota LPM Ukhuwah (M.Roihan, Risna Calia, Dewi Sumsari, Alif Wahyudi, Via Melanie), Aisyah Safitri.
Editor: Melati Arsika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *