Bantuan Kuota Belajar Belum Turun, Mahasiswa Kecewa

Ilustrasi : M. Reza Arya Pramoedya

UIN RF – Ukhuwahnews | Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno mengatakan bahwa Kementrian Agama (Kemenag) akan berupaya memberikan bantuan paket internet gratis kepada mahasiswa. Program bantuan kuota belajar Kemenag akan diberikan kepada mahasiswa selama tiga bulan. Namun, nyatanya bantuan tersebut masih belum terealisasikan dengan maksimal sesuai anggaran.

Melalui pernyataan tersebut, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Oktariani mengatakan jika dirinya sebagai mahasiswa merasa kecewa mendengar kabar bantuan kuota dari Kemenag tidak turun. Karena bantuan kuota inilah yang ditunggu mahasiswa dalam proses belajar daring selama setahun belakang

“Saya pikir hampir seluruh mahasiswa akan merasakan kekecewaan. Dimana hal yang memang benar-benar dibutuhkan ternyata masih belum bisa terlaksana,” tuturnya. Senin, (26/4/21).

Lebih lanjut, Meriska berharap agar Kemenag dapat menyalurkan kembali sisa bantuan kuota secepatnya.

“Ketika bantuan kuota ini masih juga belum turun tentu menjadi kerisauan tersendiri bagi para mahasiswa. Dimana bantuan ini sangatlah kami nantikan untuk membantu kegiatan belajar mengajar dengan baik,” harap mahasiswa semester dua tersebut..

Sependapat dengan Meriska, Nadya Ramadhani yang juga mahasiswa semester dua menyayangkan bila bantuan kuota ini tidak turun sebab tidak semua mahasiswa dapat membeli kuota terus menerus.

“Mengenai kuota yang tidak turun itu sangat disayangkan, karena kita tau sendiri bahwa pembelajaran yang dilakukan secara daring sangat menguras kuota dan tidak semua mahasiswa berasal dari keluarga yang mampu, bahkan di keadaan pandemi seperti ini,” ungkap mahasiswa Ilmu Perpustakaan tersebut.

Nadya juga menambahkan bahwa bantuan kuota ini sangat penting. Dengan keterlambatan bantuan kuota sama saja menyulitkan kegiatan belajar mahasiswa, dimana sebagian besar pembelajaran daring ini menggunakan aplikasi konferensi video sejenis zoom yang sangat menguras kuota.

“Apalagi pembelajaran daring sering menggunakan zoom yang sangat menguras kuota belum lagi jika durasi mata kuliah tersebut panjang,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemenag Republik Indonesia Amiruddin Kuba mengatakan bahwa bantuan kuota Kemenag baru diberikan hanya satu bulan, karena regulasi waktu yang mendesak.

“Rencana awal dan anggaran 2020 siap untuk 3 bulan. Namun, yang terealisasi hanya 1 bulan anggaran yang 2 bulan otomatis dikembalikan ke negara dikarenakan waktunya mepet, sementara untuk mengeluarkan bantuan seperti ini tidak mudah harus dibuatkan regulasi dan koordinasi terlebih dahulu antarkementrian dan lembaga terkait,” ujarnya via pesan Whatsapp.

Amiruddin menambahkan, kuota belajar ini merupakan program Pandemi Covid-19 yang berlaku sementara. Ia berharap, agar tahun ini ada arahan dari Kemenag mengenai bantuan kuota.

“Semoga tahun ini ada arahan mengenai bantuan internet Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk mahasiswa,” harapnya.

Reporter : Odelia Winneke, Desi Sari
Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *