Read Time:1 Minute, 33 Second

UIN RF-Ukhuwahnews | Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitsa Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang adakan Konsolidasi Akbar yang membahas terkait Revisi Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang berlangsung di depan Fakultas Syariah dan Hukum, Minggu (23/03/2025).

Konsolidasi Akbar ini dihadiri oleh aliansi mahasiswa se-Sumatera Selatan di antaranya Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas PGRI, Universitas, Sjakhyakirti, Universitas Multi Data Palembang, dan Komunitas Mahasiswa Papua (KOMPASS).

Sehubungan dengan disahkannya RUU TNI pada 20 Maret 2025 oleh Dewan Pewakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), konsolidasi malam ini bertukar pikiran seluruh keresahan mahasiswa terhadap kebijakan yang dirasa memberatkan, serta mencari solusi bersama untuk memperjuangkan hak dan kepentingan bersama.

Baca juga: Tebar Edukasi Kesetaraan Gender Bersama DEMA-UIN RF

Presiden Mahasiswa (Presma) UIN RF, Ilham menyampaikan menolak keras terkait RUU TNI yang mengambil hak aparatur sipil yang menyampingkan Dwifungsi Abri.

“Kami akan melakukan aksi demontrasi sebagai simbol penolakan atas RUU TNI. Kami merasa RUU tersebut hanya akan membawa Indonesia menuju masa otoritarianisme militer, dimana militer punya kekuatan lebih kuat daripada kelompok sipil. Kami tidak sudi bila Indonesia harus kembali lagi menuju Era Dwifungsi Militer seperti masa Orde Baru (Orba),” tuturnya.

Aksi demontrasi ini sepakat akan berlangsung pada Selasa, 25 Maret 2025 pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di Simpang Empat Rumah Sakit Charitas.

“Semua sepakat akan turut aksi pada hari Selasa 25 Maret 2025, dengan target 1000 masa aksi yang akan bersuara,” tegasnya.

Ilham juga menyampaikan aksi demonstrasi diharapkan membuahkan hasil, serta terbukanya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam menerima aspirasi-aspirasi yang akan disampaikan.

“Kami berharap dari aksi demo ini tidak ada intervensi dari pihak manapun, sekalipun mendapatkan teror kami tidak akan gentar, sampai hak suara dari tuntutan kami dapat diterima secara terbuka dan ditanda tangani,” harapnya.

Reporter: Andika
Editor: Marshanda

About Post Author

Marshanda

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
100 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Tebar Edukasi Kesetaraan Gender Bersama DEMA-UIN RF
Next post Situs Candi Peninggalan Hindu di Desa Lubuk Pauh, Musi Rawas