Semarak Dies Natalis, Formasa UIN RF Rayakan Dengan Gelar Seminar

Forum Mahasiswa Bahasa (Formasa) UIN RF rayakan Dies Natalis XIII dengan mengadakan seminar. Rabu (22/12/21). Bertempat di Aula Ushuluddin, acara ini menghadirkan Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Amalia Hasanah (jilbab merah) dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab Kristina Imron (jilbab kuning).

UIN RF – Ukhuwahnews | Forum Mahasiswa Bahasa (Formasa) UIN RF merayakan hari jadinya yang ke XIII dengan melaksanakan seminar. Seminar yang bertempat di Aula Ushuludin ini membahas kisi kisi TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language). Rabu,(22/12/21).

Dihadiri langsung oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab serta kurang lebih 30 peserta seminar.

Dalam materinya, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Amalia Hasanah menjelaskan bahwa TOEFL merupakan tes pengukuran kemampuan bahasa Inggris seseorang dengan tujuan bekerja atau kuliah di negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya. TOEFL sendiri berbeda dengan IELTS (International English Language Testing System).

“TOEFL lebih menggunakkan Bahasa Inggris dengan gaya Amerika atau American English. Namun, yang akan saya bahas IELTS karena mengikuti standar bahasa Inggris Britania atau British English,” ungkapnya.

Ia menambahkan, IETLS adalah tes bahasa Inggris yang paling populer di dunia. Dikembangkan oleh beberapa ahli terkemuka yang mengevaluasi kemampuan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara.

“Perkiraan harga mengikuti tes ini ialah tiga juta jika dirupiahkan, persyaratannya pun harus dipersiapkan dengan baik karena berlangsung selama tiga jam. Namun, sebanding dengan apa yang difasilitasi dan manfaat untuk apply beasiswa maupun kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab Kristaina Imron mengatakan bahwa TOAFL sebenarnya hampir sama dengan TOEFL. Yang mana TOEFL telah ada lebih dahulu.

“Tes TOAFL sendiri sama dengan TOEFL. Namun memiliki soal-soal gramatika qawâ‘id, baik nahwu maupun sharf dan jika skor akhir TOEFL tertinggi sekitar 680, maka TOAFL membakukan skor akhir tertinggi dengan angka 700 dan terendah 210.”

Ia juga menambahkan, ada beberapa tips untuk lebih menangkap dan memahami bahasa arab dengan mudah.

“Pertama pahami dulu dengan baik, caranya memiliki kamus standar arab lalu lakukan pengulangan secara bertahap dan terakhir kuasai gramatika (sharaf, nahwu) kerjakan setiap hari Insha Allah bisa,” jelasnya.

Terakhir, Ketua Umum Formasa UIN RF Wahyu Rianto mengatakan jika seminar ini diadakan agar dapat bermanfaat bagi anggota FORMASA dan Mahasiswa UIN RF.

“Karena dari UKMK kami bergerak di bahasa asing, kurang relevan jika mengangkat tema diluar pendidikan. Percuma acara perayaan jika tidak menghasilkan manfaat bagi anggota ataupun mahasiswa dan saya berharap peserta bisa mendapatkan ilmu baru yang telah dipaparkan,” tutupnya.

Reporter: Odelia Winneke

Editor: Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *