Pewarta Foto ANTARA : Foto Jurnalistik Bisa Berdiri Tanpa Berita Teks

Pewarta Foto ANTARA, Feny Selly sedang mengisi Materi Foto Jurnlistik saat Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik Dasar (Diklatsarjur) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah di Gedung Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sumsel. Jum’at (27/11/20). Ukhuwahfoto/Dimas Cahaya Putra

UIN RF – Ukhuwahnews | Pada Pendidikan dan Pelatihan Dasar Jurnrnalistik (Diklatsarjur) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah, Pewarta Foto ANTARA, Feny Selly mengatakan bahwa foto jurnalistik bisa berdiri sendiri tanpa berita teks, dibantu dengan caption atau keterangan foto yang dilengkapi dengan judul dan komponen 5 W + 1 H.

“Sebagai jurnalis foto saya tidak sepakat kalau foto jurnalistik harus melengkapi teks berita, foto jurnalistik itu dapat berdiri sendiri dengan memberi gambaran lewat caption memenuhi unsur 5 W + 1 H, tidak harus dengan berita teks,” jelas Feny di Gedung Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sumsel. Jum’at (27/11/20).

Feny juga menambahkan bahwa, agar sebuah foto dikatakan sebagai produk jurnalistik. Maka, sebuah foto harus memiliki nilai yang sama seperti berita dan produk jurnalistik lainnya. Salah satunya mengandung sebuah informasi.

“Nilai foto jurnalistik itu sama kayak nilai berita dan produk jurnalistik lainnya, yang pertama harus baru, kedua penting, ketiga harus menarik dan keempat harus relevan,” pungkasnya.

Senada dengan itu, salah satu peserta Diklatsarjur Elyssa Meilyana Program Studi (Prodi) Manajemen Dakwah mengatakan, nilai pada foto jurnalistik berperan penting, dengan adanya nilai tersebut memberikan nilai tambah dari sebuah foto.

“Salah satu nilai foto jurnalistik kan itu harus relevan dengan mengambil sebuah foto yang akan menjadi nilai tambah dan memperkuat imajinasi para pembaca untuk mengetahui makna pada foto tersebut,” ujarnya saat diwawancarai via Whatsapp.

Elyssa juga menambahkan banyak ilmu yang didapatkan dari materi foto jurnalistik tersebut, tentunya adalah teknik pengambilan foto dan metode yang dipakai saat ingin mengambil foto.

“Banyak ilmu yang didapatkan, ternyata untuk foto jurnalistik itu idak sembarangan asal jepret, harus tahu komponen-komponen foto jurnalistik dan metode-metodenya yang harus ada di dalam foto tersebut agar foto yang diambil terkesan berfilosofi dan bermakna,” tungkasnya.

Reporter : Duta Andini
Editor : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *