Modal Smartphone Bisa Produksi Video Jurnalistik

Dokumenteran Mata Kamera, Ari Priyanto sedang menjelaskan Materi Video Jurnalistik dalam acara Pendidikan dan Pelatihan Dasar Jurnalistik (Diklatsarjur) LPM Ukhuwah di Gedung Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sumsel. Kamis (26/11/20).

UIN RF – Ukhuwahnews | Berita video atau video jurnalistik merupakan salah satu produk berita yang diminati oleh berbagai kalangan. Di era modern saat ini, kegiatan memproduksi video jurnalistik bisa dilakukan dengan menggunakan smartphone atau ponsel pintar.

Dokumenteran Mata Kamera, Ari Priyanto mengatakan, kegiatan memproduksi berita video sekarang tidak perlu menggunakan peralatan yang berat.

“Sekarang cukup dengan hp saja sudah bisa membuat video jurnalistik karena banyak hp yang sudah memiliki spesifikasi mumpuni, jadi tidak perlu repot-repot bawa peralatan yang berat,” jelasnya dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Jurnalistik (Diklatsarjur) XXII pada Kamis (26/11/20).

Baginya, bagian terpenting dalam video jurnalistik adalah isi yang sesuai dengan kebutuhan redaksional, yaitu mencakup unsur 5W dan 1H. Sedangkan untuk durasi video terbagi menjadi dua, yaitu berkisar antara 40 detik hingga satu menit 50 detik dan dua sampai tiga menit.

“Durasi video jurnalistik tidak perlu terlalu panjang, yang paling penting adalah paham kebutuhan redaksional agar bisa menyajikan informasi yang jelas,” imbuh Ari.

Secara teknis, video jurnalistik adalah produk jurnalis yang berisi informasi dalam deretan rekaman atau shot yang tersusun dari proses mengolah informasi dan klasifikasi yang akurat, serta terdapat urutan peristiwa yang utuh dan tidak terpotong. Sederhananya, video dengan unsur jurnalistik di dalamnya sudah bisa dikategorikan sebagai video jurnalistik.

Di tengah penyampaiannya, Ari menambahkan bahwa kemudahan dalam membuat video jurnalistik serta peran media sosial dapat berakibat pada informasi yang tidak valid.

“Apakah informasi itu valid dan terverifikasi? Gitu aja, kadang-kadang kan ada video yang viral karena di-repost aja, seperti video aparat menganiaya mahasiswa yang direkam beberapa tahun yang lalu, namun baru viral di tahun 2020,” kata dia.

Perkembangan teknologi yang cukup pesat dapat memudahkan masyarakat dalam membuat konten jurnalistik, terkhusus dalam ranah video jurnalistik. Namun, dengan kemudahan tersebut justru akan menyulitkan apakah informasi yang beredar berdasarkan fakta atau hanya rekayasa semata.

Reporter : Wisnu Akbar, Bunga Yunielda
Editor : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *