LPM Ukhuwah, Adakan Pelatihan Kepenulisan dalam Acara Diklatsarjur

Ellyvon Pranita menyampaikan Materi Kepenulisan pada acara Pendidikan dan Pelatihan Dasar Jurnalistik (DIKLATSARJUR) yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah pada Jum’at, (27/11/20). Ukhuwahfoto/Wisnu Akbar Prabowo.

UIN RF – Ukhuwahnews | Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah UIN Raden Fatah (UIN RF) Palembang, adakan Pelatihan Kepenulisan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Jurnalistik (DIKLATSARJUR) di Gedung Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU). Jum’at, (27/11/20).

Materi kepenulisan ini disampaikan oleh Jurnalis Kompas.com Ellyvon Pranita. Ia menyampaikan sebelum menulis berita seorang jurnalis harus menentukan sebuah angle agar berita yang disampaikan jelas.

“Sebelum menulis berita kita harus menentukan angle terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan jelas. Dalam menulis berita juga tidak boleh asal-asalan, harus memenuhi unsur berita yaitu 5W+1H,” ujarnya.

Ellyvon juga mengatakan, jika suatu berita harus memiliki lead atau teras berita. Karena, lead adalah wajah dari sebuah berita yang akan disampaikan.

“Sebuah lead harus memenuhi paling tidak 3W. Karena, lead adalah informasi awal dari sebuah berita,” pungkasnya.

Sementara itu, Siti Alicia Zahirah, Mahasiswi Fakultas Psikologi sekaligus peserta Diklatsarjur mengatakan, materi kepenulisan adalah materi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

“Menurut saya sih, materi kepenulisan ini penting banget dalam kehidupan sehari-hari. Karena, tulisan itu bisa kita temuin dimana saja. Misalnya, di koran, majalah, web bahkan sosial media,” katanya.

Siti Alicia Zahirah atau yang lebih akrab dipanggil Zha ini mengungkapkan, banyak sekali poin penting yang dapat diambil dari materi kepenulisan, mulai dari bahasa, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), tanda baca, dan juga diksi atau pilihan kata yang tepat.

“Poin penting yang Zha ambil dari materi kepenulisan itu, yang pertama bahasa, bahasa yang digunakan harus singkat, padat, jelas, dan juga harus sopan. Kedua EYD, tanda baca dan huruf kapitalnya dan juga diksi yang digunakan,” ungkapnya.

Zha berharap untuk dirinya dan orang lain agar dapat menulis berita dengan baik dan benar dan harus membiaskan diri untuk menulis. Karena, menulis itu bisa melatih diri untuk berpikir kreatif dan berpikir kritis.

“Harapan Zha untuk diri sendiri, semoga bisa menulis dengan baik dan benar, sekarang juga masih belajar gimana cara menulis yang baik. Untuk orang lain, khususnya pelajar dan mahasiswa, Zha berharap bisa membiasakan diri untuk menulis yang baik dan benar,” harapnya.

Terakhir, Ia mengatakan, dengan menulis bisa melatih diri untuk berpikir kritis dan kreatif.

Reporter : Krisna Aldrin Gunawan, Jeniedya
Editor : Yuni Rahmawati

Satu tanggapan untuk “LPM Ukhuwah, Adakan Pelatihan Kepenulisan dalam Acara Diklatsarjur

  • 29/11/2020 pada 8:01 PM
    Permalink

    Izin mbak menyampaikan sebuah masukan. EYD tidak di gunakan lagi, 2016 kita sudah sah menggunakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia ( PUEBI ) atau biasa di sebut EBI saja.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *