Tren Iklan Sirup Sebagai Penanda Datangnya Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan momentum yang sangat ditunggu masyarakat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia. Mayoritas penduduk yang beragama Islam membuat tradisi sendiri di masyarakat, mulai dari banyaknya pasar Ramadhan yang bermunculan, tradisi membeli baju lebaran, sampai pada iklan-iklan yang bernuansa Ramadhan.

Iklan merupakan suatu tayangan atau pesan yang berisi penawaran sebuah produk. Di Indonesia sendiri terdapat berbagai macam penawaran yang dikemas dengan semenarik mungkin.

Pada saat bulan Ramadhan, banyak iklan yang dibuat dengan konsep Ramadhan. Di Indonesia ada fenomena atau tradisi menarik dalam penayangan iklan di televisi. Fenomena ini yaitu dengan munculnya berbagai iklan sirup, jika di bulan lainya biasanya kita jarang melihat iklan sirup, namun menjelang Ramadhan sampai lebaran Idul Fitri akan banyak kita temui iklan sirup terutama di televisi.

Melansir dari laman Kompasiana Beyond Blogging, fenomena iklan sirup ini disebut sebagai strategi seasonal marketing atau disebut sebagai strategi pemasaran musiman. Strategi ini bukan hanya fenomena di televisi saja, namun telah menjadi perbincangan viral di media sosial.

Dengan adanya fenomena ini seperti sudah menjadi informasi yang lazim dan pertanda bahwa bulan Ramdhan sebentar lagi akan tiba. Bahkan banyak sekali gambar-gambar bertuliskan humor yang muncul seiring dengan adanya iklan-iklan sirup ini.

Jika biasanya sebuah iklan hanya memiliki satu jalan cerita dengan durasi yang singkat, beda halnya dengan iklan sirup di Indonesia.

Produk ini memberikan konsep cerita bersambung, yang artinya akan ada kelanjutan cerita dari penayangan pertama. Biasanya cerita yang dibawakan adalah cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat atau legenda masyarakat Indonesia. Salah satu contoh iklanya yaitu menayangkan kisah Timun Emas dan Lutung Kasarung serta Putri Purba Sari.

Cerita sederhana dengan kostum maupun setting yang kental dengan kehidupan masyarakat Indonesia membuat iklan ini mudah diterima ditambah dengan pemanfaatan moment penayangan pada bulan Ramadhan menambah kekhasan iklan ini.

Mengutip dari Berita Jambi. Tribunnews.com, seorang Praktisi Iklan sekaligus Dosen Periklanan di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Diah Kusumawati mengatakan bahwa semakin mahalnya harga slot iklan di televisi, maka produsen pun akan memilih waktu yang paling tepat untuk beriklan.

Iklan yang diterima atau menancap dalam ingatan konsumen bisa dikatakan sebagai iklan yang sukses. Mengapa demikian, karena memang itulah tujuan dari iklan yaitu mendapat hati, perhatian dan ingatan yang kuat dari konsumen. Hai ini juga akan mendorong konsumen untuk membeli produk tersebut.

Gencarnya produsen sirup beriklan di bulan Ramdhan tidak lepas dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering menyediakan minuman segar untuk berbuka. Aneka minuman yang ada di bulan ini kebanyakan menggunakan sirup sebagai bahan dasar atau pelengkapnya. Inilah yang diincar oleh produsen sirup untuk menangkap permintaan yang besar pada saat Ramadhan, stasiun televisi atau media yang mengiklankanya juga ikut mendapat keuntungan dari fenomena iklan sirup ini.

Hal ini bisa juga menjadi poin positif bagi masyarakat. Bentuk penayangan yang menyajikan tradisi maupun legenda masyarakat Indonesia, bisa membuat ingatan dan pengetahuan mengenai tradisi maupun cerita rakyat yang mualai ditinggalakan kembali diingat ditengah masyarakat moderen saat ini.

Reporter: Delta Septiasmara
Editor: Melati Arsika
Sumber Foto: Internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *