Tips dan Trik: Membuat Desain Grafis yang Menarik dan Informatif

sumber: internet

Sahabat Ukhuwah sudah tahu tentang desain grafis? Desain grafis adalah salah satu bentuk komunikasi visual melalui elemen-elemen grafis, seperti tipografi, fotografi, ruang, dan ilustrasi. Elemen-elemen tersebut dipadukan sehingga membentuk satu kesatuan informasi yang mudah dicerna oleh siapapun. Nah, seiring berjalannya zaman, desain grafis kini menjadi suatu kebutuhan setiap masyarakat buat mencari informasi, maupun sekadar memanjakan mata.

Ada bermacam-macam jenis desain grafis, nih, mulai dari desain antar muka (interface), desain logo,desain kemasan, motion graphic, hingga ilustrasi. Semua jenis desain grafis perlu dirancang sedemikian rupa biar yang melihat bisa mengerti maksud dari desain kamu.

Berikut ini adalah tips dan trik agar desain grafis yang dibuat menjadi semakin menarik dan informatif:

1. Desain sederhana lebih mudah dimengerti

Pernahkah terlintas di pikiranmu mengapa merek-merek ternama memiliki desain logo relatif sederhana daripada logo-logo lain? Pernahkah kamu melihat ilustrasi pria dan wanita di toilet umum? Terlihat sederhana, bukan? Walaupun sederhana, desain tersebut mudah ditangkap oleh segala kalangan usia. Jika ingin membuat desain yang mudah dipahami oleh banyak orang, kamu bisa menyederhanakan elemen-elemen yang ada pada desain buatanmu! Tetapi bukan berarti desain yang ribet dan kompleks itu jelek, lho. Di sini kita memerhatikan informasi yang akan disampaikan.

2. Ih, kok warnanya gitu?

Sahabat Ukhuwah pernah melihat poster film horor? Contohnya Danur dan Munafik, mengapa warnanya dibuat gitu? Kok nggak dibuat warna-warni saja, ya, seperti kartun anak-anak? Sebagai informasi, warna memengaruhi mood si audiens, sekaligus mendukung informasi dalam desain yang dibuat. Jadi, kamu jangan salah pilih warna! Nanti kamu mendesain kartu ucapan selamat ulang tahun pakai warna-warna kelam. Bisa-bisa yang diucapin malah sedih, tuh.

3. Setiap elemen mempunyai perasaan

Mirip seperti poin sebelumnya, setiap elemen punya perasaan yang bisa memengaruhi mood audiens, baik itu teks, ilustrasi, maupun ruang kosong sekalipun. Contohnya dalam poster film horor, jenis typeface yang digunakan pasti memiliki nuansa seram dan menakutkan, serta terdapat ilustrasi seperti hantu sebagai elemen pendukung. Itu berfungsi agar poster film horor tersebut membuat audiens merasa ngeri walaupun hanya melihat secara sekilas. Jadi jangan sampai merusak mood audiens, ya. Hanya karena ada gambar orang mual pada kemasan makanan ringan, calon pembeli membatalkan niatnya untuk membeli karena udah mual duluan lihat kemasannya.

4. Jadilah pembeda

Ada baiknya kalau kamu mau membuat sebuah desain untuk mencari referensi, baik dari internet atau dari lingkungan sekitar untuk membantu kamu dalam proses mendesain. Tetapi, jangan pernah ikuti referensi yang kamu dapat. Itu tandanya desain yang kamu buat nggak kreatif! Sahabat Ukhuwah harus berpikir out of the box untuk membuat desain yang menarik. Yuk, kita berpikir liar, tapi jangan lupa untuk tetap informatif.

5. Desain grafis bukanlah seni

Kok gitu? Bukankah kita perlu mendesain dengan keren biar dapat penghargaan? Bukan! Desain grafis berbeda dengan seni, Sahabat Ukhuwah. Seni adalah interpretasi sang seniman, sedangkan desain adalah komunikasi melalui elemen visual. Desain dirancang biar menarik dan mudah dipahami informasinya tanpa penjelasan tambahan, berbeda dengan seni yang mana senimannya harus banyak ngomong biar bisa dimengerti. Kalau sebuah desain harus dijelaskan, berarti sang desainer gagal, dong?

Nah, demikian adalah tips dan trik mendesain agar menarik dan informatif. Semoga bermanfaat, Sahabat Ukhuwah!

Penulis : Wisnu Akbar Prabowo (Pengurus LPM Ukhuwah UIN RF Palembang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *