Pentingnya Mendidik Anak Untuk Mencetak Generasi Muslim Sepanjang Zaman

Sumber : google image

Penulis : Wilda Halimatunnisa (Anggota LPM Ukhuwah)

Melihat perkembangan kelahiran yang cukup pesat di Indonesia menciptakan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian beranggapan bahwa meningkatnya populasi manusia dalam sebuah negara akan memperkecil pemukiman penduduk yang kian padat, namun sebagian yang lain beranggapan bahwa dengan tingginya angka kelahiran merupakan bukti akan banyaknya generasi penerus bagi bangsa ini.

Sebagai muslim bagaimana kita menaggapi hal tersebut? Kita tahu bahwa hadirnya keturunan merupakan anugerah sekaligus amanah yang Allah SWT berikan, tidak perlu mengutuk ataupun mempermasalahkan hadirnya anak karena segalanya telah Allah jamin. Tetapi ada hal yang harus diperhatikan terkhusus oleh orangtua, yaitu pendidikan anak, bukan hanya tentang pendidikan formalnya saja tetapi pendidikan agama, akhlak, dan adab itu yang menjadi tugas sendiri bagi para orangtua.

Mengapa orangtua? Sebab madrasah pertama seorang anak adalah
keluarganya, orang pertama yang ia lihat tingkahnya lalu ditirukan perbuatannya adalah dari keluarganya. Itulah mengapa peran keluarga khususnya orangtua sangat diperlukan dalam mendidik anak.

Rasulullah SAW. pernah bersabda:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, dan kedua orangtuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
Anak adalah aset kedua orangtuanya bisa juga dapat dikatakan anak adalah aset negara yang baik atau buruknya anak tersebut akan mempengaruhi bagaimana negara ke depannya pun demikian baik buruknya anak akan dipetanggungjawabkan oleh kedua orantuanya kelak
dihadapan Allah. Mendidik anak adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh semua orangtua.

Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (Ath-Tahrim :6).

Abul ‘Ala mengisyaratkan dengan syairnya:
“Seorang anak tumbuh dewasa di antara kita sesuai dengan apa yang dibiasakan oleh bapaknya seorang pemuda tidaklah beragama dengan begitu saja kerabatnyalah yang membiasakannya beragama sebagai muslim tentunya kita harus bekerja dan berpikir keras untuk membentuk generasi yang sesuai dengan generasi-generasi terdahulu yang telah dididik oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana yang kita tahu Rasulullah adalah uswatun hanasanah, hendaknya bagaimana beliau mendidik keluarga serta keturunannya menjadi contoh untuk kita terapkan di kehidupan kita saat ini.

Allah berfirman:
“…Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk…” (An-Nur : 54) “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (Al-Ahzab: 21)

Dari beberapa kasus yang terlihat, saat ini ramai orangtua yang mempelajari ilmu parenting dari berbagai sumber, tetapi sebagai muslim tentunya kita harus mengingat bahwa hanya Allah saja yang dapat memberikan hidayah, membolak-balikkan hati manusia, dan
menentukan takdir makhluk-Nya. Maka tidak ahsan rasanya bila bertumpuk-tumpuk ilmu orangtua pelajari, namun orangtua sendiri lupa untuk mendekatkan diri pada Allah. Karena itu, selain mempeluas tsaqofah, orangtua juga wajib senantiasa mendekatkan diri kepada
Allah.

Selain itu, hanya makanan halal dan thoyyib yang boleh dikonsumsi oleh sang anak, karena bisa jadi apa yang anak makan akan mempengaruhi sikap dan perilakunya. Jadi, dalam perkembangan dan pertumbuhan anak dibutuhkan peran yang baik dari orangtua, keluarga, dan lingkungannya untuk terus menjaga nilai keislaman pada diri anak agar kelak dapat menjadi wasilah bagi kedua orangtuanya untuk masuk ke surganya Allah dan anak dapat menjadi pemimpin masa depan yang diharapkan oleh umat Islam.

Sumber : Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *