Meningkatkan Cinta kepada Al Quran Pada Momen Nuzulul Quran

google image

Penulis : Ustad Sholahuddin (Pengurus Masjid Jamiatul Hasanah)

Tidak terasa bahwasannya kita sudah melewati setengah perjalanan di bulan suci Ramadan tahun ini, waktu sangat terasa cepat sebab bulan Ramadan ini merupakan bulan yang penuh berkah. Banyak diantara kita yang semangat dalam kebaikan, sehingga waktu yang ada benar-benar dioptimalkan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tentunya kita mengetahui, hari ini adalah hari ke 17 pada bulan Ramadan, dimana pada 17 Ramadan ini Allah SWT menurunkan Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Seperti yang kita ketahui setiap yang berhubungan dengan Al Quran maka akan menjadi mulia.

Malaikat Jibril Allah tugaskan untuk menyampaikan wahyu Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW maka malaikat Jibril menjadi malaikat yang paling mulia di sisi Allah. Sedangkan Nabi Muhammad diberi mukjizat Al Quran maka nabi Muhammad menjadi Nabi yang paling mulia pula di sisi Allah.

Apapun itu, setiap makhluk Allah yang dekat dengan Al Quran maka akan menjadi mulia, maka dari itu di momen Nuzulul Quran ini sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk memperbaiki hubungan kita dengan Al Quran.

Jikalau sekarang Al Quran hanya kita baca di bulan Ramadan saja, maka selepas Ramadan ini kita niatkan agar diri kita dapat membaca Al Quran setiap hari. Walau hanya satu halaman per harinya atau cuma beberapa ayat atau bahkan hanya satu ayat.

Sebab diantara kebaikan yang kita dapat, ketika kita dekat dengan Al Quran maka Allah SWT akan membersihkan hati kita dari segala sifat yang tidak baik. Sebab hati ini adalah hal yang paling penting dalam diri kita, sehingga Rasulullah SAW menyebutkan dalam hadisnya yang berbunyi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Berdasarkan hadis diatas penting bagi kita agar mendekatkan diri kita dengan Al Quran, bukan hanya dapat membersihkan hati kita saja, akan tetapi Allah juga menjadikan orang yang dekat dengan Al Quran sebaik-baik manusia, dalam sebuah hadis yang berbunyi.

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” (HR.Bukhari)

Dan dalam hadist lain disebutkan juga:

إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya”

Dan banyak lagi keutamaan bagi seseorang yang mencintai Al Quran dan mendekatkan diri dengannya, bagi saudara seiman sekalian yang merasa sulit dalam tahap belajar membaca Al Quran, yakinlah Allah SWT telah memudahkan Al Quran untuk dipelajari. Sebagai yang selaras dengan firman Allah SWT, yang Artinya:

“Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran.” (QS. Al-Qamar: 17)

Firman Allah diatas, menyebutkan bahwasannya Allah SWT mewajibkan kita agar kita tidak buta dengan Al Quran, agar kita jangan sampai tidak ada keinginan dalam mempelajarinya. Karena sejatinya Allah SWT telah memudahkan yang namanya Al Quran untuk dipelajari dan dipahami.

Sehingga apabila kita sebagai seorang hamba ingin Allah berbicara kepada kita, maka perbanyaklah mendekatkan diri kita dengan Allah melalui Al Quran. Tanamkan betul-betul kecintaan kita terhadap Al Quran, sebab bukan karena terpaksa atau dipaksa.

Apabila kita sudah cinta dengan Al Quran maka hati kita pun akan selalu merasa ketagihan untuk selalu dekat dengan Al Quran tersebut. Sehingga seseorang yang hatinya bersih, tidak akan pernah puas atau kenyang dalam mendekatkan dirinya kepada Al Quran, sebagaimana yang dikatakan oleh Ustman bin Affan R.A.

“Sehingga pada akhirnya kita pun berharap kepada Allah agar kita diwafatkan dalam keadaan taat kepadanya, salah satu dalam keadaan kita yang sedang membaca, menghafal atau mentadabburi Al Quran.”

Semoga tulisan yang singkat ini menjadi penyebab hidayah bagi yang membaca. Dapat menyentuh hati, sehingga memotivasi serta memberikan semangat untuk taat kepada Allah SWT salah satunya dengan mendekatkan diri kepada Al Quran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *