Amalan Terbaik di Bulan Suci Ramadan

Terlihat para jamaah salat Tarawih di Masjid Agung Mahmud Badaruddin I Kota Palembang. Senin (12/04/21). Ukhuwahfoto/Wahyu

Penulis : Bagus Rizki (Anggota LPM Ukhuwah)

Bulan Ramadan adalah bulan suci yang dinantikan umat muslim karena memiliki keutamaan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Bulan yang didalamnya penuh curahan rahmat dari Allah Swt.

Pada bulan Ramadan inilah Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, dan bulan Ramadan pula dilipatgandakannya pahala.

Dari Abi Hurairah Ra berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan. Satu kebajikan dilipatgandakan 10 sampai 700 kali. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman ‘Kecuali puasa karena puasa adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang membalasnya. Dia meninggalkan kesenangan dan makanannya karena-Ku,”(HR Muslim).

Karena hadis inilah banyak orang beriman meningkatkan ketakwaannya dengan memperbanyak amalan.

Berikut amalan sederhana di bulan Ramadan yang dirangkum dari ceramah Syekh Ali Jaber Rahimahullah di channel youtube Poladinar TV yang tayang pada Senin (12/4/21).

Membaca Al – Qur’an

Amalan sederhana pertama adalah membaca Al-Qur’an. Rasulullah SAW mengatakan, mereka yang membaca Al-Quran di bulan suci Ramadan, maka pahalanya akan berlipat ganda.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Bukhari).

Belum lagi jika mampu membaca sebanyak 100 ayat di malam hari. Sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Ahmad mengatakan,”Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam, dituliskan baginya pahala sholat sepanjang malam.”

Seseorang yang rutin membaca Al-Quran akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda walaupun ia terbata-bata.

Dari Aisyah Ra, Rasulullah SAW bersabda, “Yang mahir membaca Al-Quran bersama malaikat yang terhormat dan yang membaca Al-Quran sedangkan ia terbata-bata serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa di Waktu Antara Adzan dan Iqomah

Amalan kedua ialah melantunkan doa setelah adzan berkumandang. Di waktu ini sangat baik untuk memanjatkan segala doa sebab akan diijabah oleh Allah SWT. Salah satu amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Tidak akan ditolak doa antara adzan dan iqamah.” (HR. Abu Dawaud, At-Tirmidzi).

Doa dan shalawat kepada Rasul dilansir dari NU online, sesudah adzan:

اَللّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ القّائِمَةِ، آتِ سَيِّدَنَا مُحَمّداً الوّسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَة، وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوْداً الذِّي وَعَدْتَهُ

Allahumma Rabba hadzihi -da’watit tammati, wash shalatil-qaimah, ati sayyidana Muhammadanil washilah wal fadhilah, wad darajatar rafi’ah wab ‘atshu maqaman mahmûdanil ladzi wa’adtah.

Artinya: “Ya Allah Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan shalat yang tetap didirikan, karuniakanlah Nabi Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan kelebihan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi dan tempatkanlah dia pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan.”

Dilanjutkan dengan memanjatkan segala keinginan melalui untaian doa, berserah diri dan memohon pada Allah SWT.

Salat Qobliyah Shubuh

Amalan selanjutnya adalah salat qobliyah shubuh, amalan ini memiliki keistimewaan tersendiri, apalagi kita kerjakan di saat bulan suci Ramadan karena Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam juga selalu menjaga amalan sunnah yang satu ini.

“Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam tidaklah menjaga salat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunah dua rakaat sebelum Shubuh” (HR. Muslim).

Keutamaan sholat qobliyah shubuh juga tidak bisa dilewatkan begitu saja. Meskipun amalan ini hanyalah sunah, namun kebaikan yang akan kita dapatkan setelah mengerjakannya lebih baik dari dunia dan seisinya. 

Keutamaan salat qobliyah shubuh ini juga tertuang dalam hadis dari Aisyah, yang mana Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda,

“Dua rakaat fajar (salat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).

Sangat disayangkan jika amalan ini kita lewatkan begitu saja, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda tentang keutamaan luar biasa dari sholat subuh.

“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada sholat Isya’ dan salat Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salat Malam

Dikutip dari tirto.id salat sunah di malam hari memiliki keutamaan besar, karena di waktu malam banyak orang beristirahat dan tidak beribadah. Karena itu, orang yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, sementara yang lain tidur, akan diganjar pahala yang tak ternilai agungnya.

Keutamaan salat malam ini tergambar dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Muzzammil: “Bangunlah salat pada waktu malam hari, kecuali sebagian kecil, yaitu separuhnya atau kurang sedikit dari itu,” (Q.S. Al-Muzzammil [73]: 2-3).

Di antara perintah salat malam lainnya juga tertera dalam surah Al-Isra’: “Pada sebagian malam, tahajudlah sebagai tambahan bagimu. Semoga tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji,” (Surat Al-Isra [17]: 79).

Salat sunah di malam hari ini dapat mencakup salat tarawih, salat witir, salat hajat, salat tahajud, salat sunah mutlak (salat sunah yang tidak punya sebab dan tidak terikat dengan waktu) yang dilakukan di malam hari, atau juga salat sunah rawatib, baik itu qabliyah atau bakdiyah, yang tidak dilakukan pada waktunya, dan kemudian diqada pada malam hari.

Salat malam apa pun jenis salatnya, dan terutama salat tahajud merupakan ibadah yang amat dicintai Allah SWT. Hal ini tergambar dalam hadis yang diriwayatkan muslim bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada Muharram. Sebaik-baik salat setelah salat fardu adalah salat malam,” (H.R. Muslim).

Waktu paling utama untuk mendirikan salat malam adalah di sepertiga akhir malam, serta di momen itu Allah SWT menjanjikan bahwa siapa saja yang berdoa akan dikabulkan permintaannya. Hal ini dirujuk dari sabda Nabi Muhammad SAW:

“Tuhan kita, Allah SWT turun setiap malam ke langit dunia pada saat sepertiga malam akhir. Kemudian, Allah SWT berfirman: “Barangsiapa berdoa kepada-Ku, akan aku kabulkan. Barangsiapa meminta kepada-Ku, akan aku beri. Barangsiapa meminta ampun kepada-Ku, akan aku beri ampunan,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Membaca Ayat Kursi 

Dalam ceramahnya di Poladinar TV Syekh Ali Jaber Rahimahullah menjelaskan tentang keutamaan Ayat kursi sebagaimana yang disebutkan dalam hadis. Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

“Siapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44.

Hadis ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram.

Tidak hanya setelah salat jika kita mengamalkan ayat kursi sebelum tidur maka kita akan di jaga dari setan sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah ayat kursi niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi”. (HR. Bukhari).

Itulah beberapa amalan sederhana, semoga bermanfaaat untuk kita semua dan semoga dengan mengamalkannya membuat kita lebih dekat kepada Allah SWT serta semoga amalan tersebut diterima dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT aamiin ya robbal ‘alamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *