Syiar : Maulid Nabi Muhammad, Bulan kelahiran Sang kekasih

Sumber : Google Image

Penulis : Ustadzah Nyimas Mirrah Salsabila, M.Pd (Dosen Bahasa Inggris, FITK UIN Raden Fatah Palembang)

Telah lahir insan mulia, yang paling sempurna di antara manusia, bahkan dari setiap makhluk yang telah Allah ciptakan, saat beliau lahir cahaya benderang menyinari, harapan muncul, kebenaran menang dan padamlah api majusi yang tidak pernah mati sebelumnya..

Makhluk yang Allah cintai telah lahir 14 abad yang lalu, yang sempurna yang terpilih, yang terbaik untuk mengemban risalah Tuhan, beliau yang terbaik diantara para nabi dan rasul-Nya bahkan dari kalangan malaikat, beliau yang mengajarkan dengan penuh kesabaran dan sangat cinta kepada kita umatnya, selaras dengan firman-Nya

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

Sungguh Allah maha mengetahui, mengutus nabi yang mempunyai akhlak luhur sehingga akhlaknya abadi dirasakan sampai detik ini. Semua jatuh hati bila membaca kisahnya, apalagi berjumpa denganya.

Bulan kelahiran sang kekasih telah tiba, tepatnya 12 Rabiul Awal, penuh syukur kita sambut karena berkatnya kita bisa memeluk agama islam dengan sempurna bahkan dicontohkan langsung oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, beliau mencontohkan dari setiap lini kehidupan dari habluminnallah sampai habluminnanas, sosok anak, cucung, keponakan, ayah, mertua, kakek yg diridhoi Allah ada dalam dirinya, sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 :

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Qs. Al-Ahzab ayat 21).

Maka, sudah sepatutnya lah kita mengagungkan kelahirannya dengan penuh takzim, memeriahkan dengan mengingat perjuangannya, membaca kisah beliau dari kecil sampai wafat dan puji-pujian untuknya, pengorbanan jiwa raga beliau untuk umatnya, umat yang selalu beliau peduli sampai di penghujung kehidupan sang nabi bahkan sampai di akhirat nanti.

Sebagaimana bangsa Yahudi, berpuasa 10 Muharram, hari Asyura setiap tahunnya sebab bersyukur atas selamatnya nabi Musa dari Fir’aun nan dzalim berabad-abad yang lalu, maka selayaknya kita pun merayakan mengingat kelahiran Rasulullah, makhluk yang sempurna yang pernah Allah ciptakan baik jasmani dan rohaninya yang penuh kesabaran mengajarkan kita tentang cahaya Allah, agama yang diridhoi-Nya yakni agama Islam yang bertuhankan yang satu Allah yang Esa dan nabi Muhammad Rasul Allah.

Semua memeriahkan kelahirannya dari dulu hingga sekarang, rutinitas yang indah mengingat kisah perjalanan hidup sang nabi yang agung, yang kadang terlupa oleh generasi muda. Berkat maulid kita mengingat beliau lagi, memupuk cinta lagi dan bersemangat penuh mengamalkan sunnahnya, bahkan Habib Umar Alhafidz pernah mengatakan nanti diakhirat kita semua mengagungkan nabi memujinya dengan penuh haru kepada insan yg memberi syafaat pertama, sebagaimana saat kita membaca maulid dan qiyam.

Pada akhirnya, hikmah dari maulid marilah kita mulai membahagiakan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dengan menjalankan sunnahnya, sedikit demi sedikit, mengikuti kepribadian beliau, gerak gerik beliau dan perbuatannya, baik habluminnallah maupun habluminnanas karena takkan sampai seseorang kepada Allah tanpa melalui Rasulullah, sebagaimana telah Allah perintahkan secara jelas dalam Surah Al-Imran ayat 31:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. Al-Imran ayat 31).

Mari kita selalu memupukan rasa cinta kita dengan Rasulullah, karena sebagaimana hadist shahih nabi ‘Seseorang itu akan bersama siapa yang ia cintai’, hadist yang paling membuat para sahabat bahagia, karena mereka merasa takkan mampu bersama Rasulullah diakhirat klau dengan amal perbuatan, takkan sebanding dengan amalan ibadah baginda nabi. Lalu bagaimana dengan kita?

Semoga rasa cinta kita kepada Rasulullah dan ahlu bayt terus bertambah dan semoga Allah memberi kita taufik untuk mengamalkan sunnah-sunnah kekasih hati,  Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Editor : Yuni Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *