SK Penurunan UKT Segara Dikeluarkan, Tuntutan Mahasiswa UIN RF Palembang Menuaikan Hasil

Ilustrasi
Desain : Jaiwan Nada Rismin

UIN RF – Ukhuwahnews| Tuntutan mahasiswa UIN Raden Fatah (UIN RF) Palembang pada Jumat (10/7) terkait kebijakan keringan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada masa Covid-19 menuaikan hasil. Surat Keterangan (SK) akan dikeluarkan langsung oleh Rektor UIN RF Palembang.

Hal ini sampaikan oleh Presiden Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Satria. Menurutnya, SK akan segera dikeluarkan tetapi  masih menunggu tanda tangan rektor yang sedang berada di luar kota.

“Saat ini SK sudah siap di kepegawaian dan  baru di paraf oleh Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Mirwan Fasta,  selanjutnya akan di paraf Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan (AUPK), dan terakhir tanda tangan rektor, yang langsung berangkat ke Serang setelah pertemuan dengan kami.” katanya saat diwawancarai via Whatsaap. Senin (13/7/2020).

Satria juga mengatakan, tuntutan mahasiswa yang sudah disetujui akan terus dipantau agar tuntas mengingat hal tersebut sudah dipenuhi oleh rektor.

“Tetap kita kawal dalam waktu dekat ini mungkin rektor sudah di Palembang,” tuturnya.

Tanda tangan persetujuan dari pihak Rektorat, Senat Mahasiswa dan Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN RF tentang penurunan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Jumat, (10/7/20). Foto : IST

Sementara itu, Satria juga menjelaskan, bahwa untuk PTKIN se-Indonesia tingkat UIN hanya UIN di Palembang yang mendapatkan keringanan paling besar yang rata-rata UIN di PTKIN akan mendapatkan potongan 10-15%.

“Kita dapat 20%, ditambah 60% yang mata kuliah tinggal 6 sks, 80% yang tinggal skripsi, dan gratis untuk orang tua meninggal atau terpapar Covid-19,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, untuk persyaratan mahasiswa yang menerima bantuan akan terpacu ke Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 515 Tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Atas Dampak Bencana Wabah Covid-19.

“Syaratnya sendiri kita akan mengacu ke KMA 515 tetapi tetap di permudah, salah satunya memberi keterangan bukti  bahwa telah kehilangan pekerjaan dan dampak lainnya selama Covid-19 dengan memerlukan tanda tangan tingkat lurah dan tingkat  rt saja,” imbuhnya.

Satria berharap, terkait UKT ini rektor harus benar-benar komitmen dalam persetujuanya dan semoga mahasiswa merasa terbantu, jangan sampai UKT menjadi alasan perkuliahan terhambat.

“Dengan adanya bantuan ini semoga mahasiswa akan merasa terbantu sehingga tidak mengakibatkan mahasiswa Stop Out (SO),” katanya.

Menanggapi hal tersebut, ketua Senat Mahasiswa (Sema) UIN Raden Fatah Palembang, Efta Parta Wijaya mengatakan, sangat mengapresiasi pihak rektor yang setuju dengan tuntutan mahasiswa namun sedikit kecewa terhadap kebijakan rektorat yang dianggap terlalu mengulur-ulur persetujuan dari tuntutan yang diajukan sebelumnya.

“Saya sangat mengapresiasi persetujuan tersebut tetapi sedikit kecewa dengan adanya drama sebelum mahasiswa melakukan aksi kemarin, seperti banyak menggunakan rapat zoom yang menurut saya tidak efektif hanya sekedar tawar-menawar tanpa adanya kesepakatan,” ujarnya.

Efta juga menegaskan, akan ikut mengontrol perkembangan dari tuntutan tersebut sampai turunnya SK dan tidak akan melepaskan pihak rektor hingga semua tuntas dan direalisasikan.

“Kami akan terus memantau pihak rektorat sampai semuanya tuntas,” tegasnya.

Efta berharap, seluruh mahasiwa UIN RF memberikan doa dan dukungan agar yang menjadi wakil mahasiswa tetap kompak tanpa adanya celaan dan semangat dalam mengambil haknya.

“Untuk seluruh mahasiswa tetap saling memberi semangat. Untuk kebijakan yang sudah disetujui, semoga segera direalisasikan,” pungkasnya.

Reporter : Siti Srijaya, Yuni Rahmawati

Editor : Siti Srijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *