Viral Unggahan Uang Palsu di ATM, Apa yang Harus Dilakukan?

Tangkapan layar terkait twit mengenai pecahan uang palsu senilai Rp100.000. Sumber: Twitter

Palembang – Ukhuwahnews | Belakangan ini, media sosial dihangatkan dengan unggahan seorang warganet yang mengaku memperoleh uang palsu saat menarik tunai dari sebuah Automated Teller Machine (ATM).

Pengguna menampilkan satu lembar pecahan uang Rp100.000 yang diduga palsu melalui akun Twitternya @ridwanhr pada Kamis (30/12/2021) lalu.

“Istri ambil uang di atm bank plat merah dapet uang palsu, kok bisa ya?” tulis akun tersebut.

Unggahan tersebut menuai berbagai respon dari warganet lainnya. Tercatat, hingga berita ini ditulis, unggahan itu sudah dibagikan sebanyak 3.821 kali dan memperoleh 16 ribu likes.

Lalu, bagaimana cara membedakan uang asli dengan uang palsu?

Secara kasat mata, uang palsu terlihat sangat mirip dengan uang aslinya. Maka untuk mengantisipasinya, Bank Indonesia (BI) merekomendasikan tiga cara untuk membedakannya, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Cara itu biasa dikenal sebagai 3D.

Baca Juga: Menjaga Warisan Shin Tae Yong

Dilihat

Pada uang asli, terdapat benang pengaman dan logo BI yang dapat berubah warna ketika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

Selain itu, terdapat tulisan BI yang tersembunyi dan hanya dapat disaksikan oleh mata pada sudut tertentu.

Terdapat pula garis-garis lurus pada bidang tertentu yang akan menimbulkan warna pelangi jika dilihat dengan saksama.

Diraba

Cara kedua yang bisa dilakukan adalah meraba permukaan uang kertas di bagian angka nominal, gambar utama, lambang negara burung Garuda, dan huruf terbilang.

Ada juga kode tertentu pada permukaan uang yang berfungsi untuk membantu tuna netra untuk mengenali jenis pecahan uang.

Bagian-bagian di atas akan terasa kasar di permukaan tangan bila diraba.

Diterawang

Saat diterawang, uang Rupiah asli akan menampilkan tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan dan gambar lain yang membentuk logo BI.

Nasabah juga bisa menemukan tulisan sangat kecil yang hanya bisa dibaca melalui bantuan kaca pembesar.

Metode lain yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan bantuan sinar UV. Cetakan kasat mata serta nomor seri uang akan bersinar di bawah sinar UV.

Lantas, bagaimana jika kita mendapati uang palsu ketika menarik di salah satu mesin ATM?

Melansir Kompas.com, Kepala Departemen Bank Indonesia Erwin Haryono mengungkapkan, masyarakat bisa mengadu ke bank yang bersangkutan terkait penemuan uang palsu di ATM.

Pihak bank biasanya akan meneruskan laporan tersebut ke BI untuk diteliti lebih lanjut. Kemudian, bank akan menghubungi nasabah terkait klarifikasi laporannya.

Erwin menyebutkan, nasabah akan mendapat uang pengganti sesuai nominal apabila terbukti bahwa uang palsu tersebut berasal dari ATM bank yang bersangkutan.

Reporter: Wisnu Akbar Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *