Aksi Tanggap Para Penggiat Alam Untuk Pembaharuan Wajah Sumsel

Mengusung tema Sumsel Masih Darurat Bencana Ekologis, organisasi pecinta alam, penggiat lingkungan, juga berbagai elemen masyarakat melakukan aksi dan pembagian bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia 2021 pada Kamis, (22/04/21) di Simpang 5 DPRD Sumatra Selatan. Ukhuwahfoto/Desi.

Palembang – Ukhuwahnews | Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatra Selatan (Sumsel) kembali menggerakkan nurani penggiat alam untuk berkontribusi membagikan 500 bibit tanaman secara gratis kepada pengendara yang melintas di Simpang 5 Gedung DPRD Sumsel. Kamis, (22/4/21).

Ketua Pelaksana Aksi Pembagian Bibit Pohon Muhammad Rizky Saputra mengungkapkan, saat ini Provinsi Sumsel sudah memasuki krisis ekologi yang menyebabkan banyaknya permasalahan lingkungan.

“Memantau kondisi Sumsel yang sedang memasuki krisis ekologi, penimbunan sampah, hingga polusi limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) dengan ini kami berupaya membentuk wajah baru Sumsel lewat penghijauan yang berjangka panjang,” ujar mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (HIMPALA) dan juga MAPALA Sakti.

Rizky mengatakan bahwa disediakannya 250 bibit tanaman pohon dan 250 bibit tanaman buah berjangka panjang seperti sirsak, mangga, dan rambutan ini mendapat respon positif dari organisasi pecinta alam, organisasi mahasiswa, komunitas dan penggiat alam hingga masyarakat sekitar.

“Diharapkan setelah aksi penyebaran bibit tanaman ini, bisa menjadi ide garapan event lain untuk teman-teman diluar sana karena bumi ini semakin lama semakin butuh kita. Dan juga setelah adanya kegiatan ini, jiwa lestari masyarakat perlahan mulai timbul,” ujarnya.

Seorang pengendara motor menerima bibit tanaman dalam aksi peringati Hari Bumi Sedunia 2021 pada Kamis, (22/04/2021). Ukhuwahfoto/Krisna Aldrin.

Sementara itu, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) UIN Raden Fatah Muhammad Aji Saputra yang turut mengerakkan rekan-rekannya untuk turun ke jalan menuturkan bahwa Indonesia masih kurang minat dalam menjaga lingkungan dan melestarikan ekologi.

“Terlalu sibuk dengan urusan lain sih, kurang kesadaran kalo bumi yang kita pijak ini butuh pertolongan, bumi sedang tidak baik-baik saja, bencana alam satu persatu datang ditambah pandemi yang entah bagaimana ujungnya. Ekologi mulai kurang nyaman dan ekosistem disekitarnya pun otomatis terganggu,” tuturnya saat diwawancarai di Sekretariat MAPALA UIN Raden Fatah.

Aji berharap aksi pembagian bibit ini dapat menjadi teguran bagi masyarakat karena bumi saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Karena baik buruknya kondisi bumi yang sangat merasakan dampaknya itu kita,” tutupnya.

Reporter : Desi Sari Cahyani, Elysa Meilyana
Editor : Bunga Yunielda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *