Puisi : Pengakuan Hamba

Sumber : Pinterest Image

Kepada Tuhanku…
Tenang, kali ini hamba-Mu bukan ingin mengadu apalagi mengeluh
Kali ini hamba-Mu hanya ingin mengaku sebagai seorang pelaku
Iya, pelaku dari segala hal nista dan penuh nafsu

Tatkala sukar merengkuh erat raga dan jiwaku
Kau senantiasa hadir menenangkan pikiran dan kalbu
Ketika rahmat dan karunia-Mu senantiasa menjuntai, menyertai tiap helaan nafas
Ego dan keangkuhan ini semakin menjadi, merantai hati dan menolak untuk lepas

Tuhanku…
Maafkan jiwa ini yang tak pernah berhenti mengeluh
Maafkan bibir ini yang tak pernah berhenti memisuh
Maafkan pula raga yang kerap lupa merendah dan bersimpuh di hadapan-Mu

Seolah makhluk paling tak tahu diri
Aku kerap lupa untuk mensyukuri
Aku hanya datang untuk merintih dan menyalahi
Demi sebuah ambisi dan sifat duniawi

Aku lupa bahwa dunia yang berusaha kupeluk erat
Ternyata hanya akan menjerat
Aku lupa bahwa dunia yang kukejar tanpa rehat
Hanya berisi tipu muslihat

Pantasnya aku berusaha memelukmu dikala malam gulita
Agar tak satu pun bisa mengganggu kita
Harusnya aku berusaha mengejar rahmat dan karunia-Mu
Agar tak terus berharap pada dunia yang semu

Kepada Tuhanku…
Di penghujung tahun ini aku tak ingin banyak menuntut
Aku hanya berharap jiwaku dan Engkau senantiasa bertaut
Hingga tak ada lagi dalam hati ini rasa cemas dan takut

Penulis : Febio Siti Karina (Anggota LPM Ukhuwah UIN RF Palembang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *