MENGENANG MARSINAH

Sumber : Google Image

Penulis : Alfi BS

pelor pecah; pamflet-pamflet berjajar mengelilingi tubuh kota;
kemarau di jalanan semakin panjang.
suara elang semakin asing didengar.
apakah matahari di matamu, masih bisa seranum dahulu?

Marsinah, aku mengenang, ketika selangkangmu rusak;
tubuhmu dibiru lebamkan;
dadamu dipotong. kaki-tanganmu ditetak.

aku mengenang, ketika jasadmu dibawa pulang;
dihantar dan ditenggelamkan ke dalam tanah.

aku mengenang air mata yang tak sejernih dahulu. aku mengenang duka para buruh kehilanganmu. aku mengenang kesedihan itu.

Marsinah, hari ini aku ulang tahun. apakah ada kue tar dan acara tiup lilin untukku agar dapat kurayakan juga kringatmu yang dulu lepas?

Marsinah, aku tahu, tidak ada perayaan yang lebih bahagia hari ini, selain mengenangmu; selain membaca namamu. Tenanglah di sana, Mar. Tenanglah bersama doa-doa kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *