Binasa Ragamu, Abadi Karyamu

sumber : google images

Karya : Wisnu Akbar (Pengurus LPM Ukhuwah)

Dentingan melodi emas
menggema dalam telinga rumpangku
mengisi rungu yang kosong, terpukau rasa ini
dawai-dawaimu berdialog, digetarkan oleh jari-jari yang menari
dalam sebuah mahakarya Orion.

/Orion: judul lagu

Nada dan komposisi saling berbicara
sukar untuk berpaling darinya
–memejamkan mata;

larut dalam irama.
berulang kali kunikmati, tak pernah bosan
Orion adalah aria terindah bagiku

            /aria: musik yang lembut

kendatipun,
itu adalah mahakarya terakhir darimu.
Tahun 86, di perjalananmu
perjalanan terakhir di malam yang dingin,
melaju dalam bus, bersama 3 sahabatmu
–gelap gulita;

menikung dan menukik,
roda-roda bus yang semula menggenggam bumi, kini terlepas
membuatnya terjungkal dan terguling dalam jurang yang hitam
Badanmu yang terlelap dihembuskan goncangan

menembus kaca, terhempas ke luar
mendarat tepat di bawah kendaraanmu; tertindih
membinasakan dirimu di tempat
Dinginnya malam itu mencabut nyawamu

kau tinggalkan mereka,
kau tinggalkan kami
kau tinggalkan karya-karyamu
sudah saatnya namamu diukir di tempat terindah; langit.
Dunia menyesali kepergianmu
menyesal telah membiarkan dirimu tak berdaya
sampai-sampai langit harus memanggilnya

namun kini, namamu harum di bumi
semerbak dalam lantunan melodi abadimu
Meskipun ragamu sudah binasa
mahakaryamu tetap abadi dalam rasa
izinkan aku mengangkat topiku,
izinkan aku memutar Orion sekali lagi,

terima kasih;
–air mata menggenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *