ANYIR

Sumber : Pinterest

“Lys ayo pulang, udah mau maghrib nih mana malem Jumat lagi, kamu juga kan lagi haid kata mama aku gak baik pulang malem-malem,” ajak Rani sembari menarik tangan Alyssa yang masih duduk santai di kursi koridor kampus.

“Yaelah Ran, mitos-mitosan terus deh kamu, udah santai aja ini juga masih rame nih kampus, anakanak yang kuliah malem juga masih rame banget gini. Santai aja dulu, aku lagi download series ini pake WIFI kampus, nanggung.” jawab Alyssa santai

Rani dan Alyssa memang dua orang sahabat yang saling bertolak belakang. Rani seorang gadis yang masih memegang teguh mitos dan takhayul. Sedangkan, Alyssa gadis yang sangat-sangat anti dan tidak percaya dengan mitos dan takhayul.

Mungkin karna latar belakang keluarga mereka juga yang berbeda, Rani yang keturunan Jawa asli banyak sekali mendengar mitos-mitos nenek moyang dan masih dipercayai oleh keluarganya hingga kini. Sedangkan Alyssa keluarganya sangat modern dan tidak lagi percaya hal-hal semacam itu. Tapi anehnya mereka tetap bisa saling berteman dekat, walaupun tidak satu pemikiran.

“Ish kamu mah series mulu yang dipikirin, kenapa gak download dirumah aja sih kan ada WIFI juga dirumah.” Gerutu Rani dengan wajah kesal

“Nanggung Ran, nanggung sayang kalo dibatalin”

Rani yang tak punya pilihan lain saat itu hanya menuruti saja kehendak sahabatnya itu, mengingat dia tidak berani pulang sendiri, apalagi hari sudah mulai gelap, dan satu-satunya tumpangan adalah sahabatnya ini.

Alyssa dan Rani duduk di kursi yang berada di koridor kampus yang sudah mulain menyepi, orang-orang satu persatu pulang dan ada pula yang masuk ke kelas karena ada kelas malam. Di koridor tersisa Rani, Alyssa dan beberapa orang yang duduknya lumayan jauh dari mereka.

“Yash! Udah selesai, yuk pulang!” Ucap Alyssa lumayan keras mengagetkan Rani

“Astaga, kaget aku! Yaudah yuk pulang”

Alyssa segera mengenakan tasnya dan berdiri untuk pulang, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti oleh ucapan Rani

“Lys, kamu bocor deh kayaknya, itu rok kamu darah semua”

“Hah? Yang bener Ran?”

“Iya, liat aja tuh!” Rani sembari menunjuk kursi yang Alyssa duduki tadi

“Lah iya ya, ada-ada aja sih,” Alyssa menggeram sembari membuka tasnya dan mengambil tisu basah

Alyssa kemudian mengelap darah haidnya yang menempel di kursi yang ia duduki tadi dengan tisu basah.

“Ran temenin aku ke toilet dulu lah, ganti pembalut, sama ganti rok, malu banget aku kalo harus jalan begini sampe parkiran mana rame lagi di fakultas hukum.” Bujuk Alyssa

“Yaudah ayo cepetan, itu udah adzan lagi”

Akhirnya Alyssa dan Rani pun berjalan menuju toilet, Alyssa masih dengan tisu-tisu basah yang tadi digunakan untuk mengelap darahnya. Namun langkah Alyssa berhenti seketika melihat tempat sampah di dekatnya. Ia membuang tisu tadi ke tempat sampah.

“Lys! Kok kamu buang sembarangan, gak baik tau nanti bisa jadi makanan makhluk halus” Ucap Rani sembari menarik lengan baju Alyssa

“Apaan sih Ran masih aja, udah ayo cepetan nanti keburu kemaleman kita pulangnya.” Acuh Alyssa

Sesampainya di toilet, Alyssa membuka tasnya dan mengambil rok ganti dan pembalutnya. Rani yang sejak tadi merasa tidak nyaman masih terdiam.

“Tungguin ya Ran, jangan kemana-mana?”

“Iya bawel, udah cepetan” Alyssa segera masuk ke toilet dan membersihkan darah haidnya, tapi belum lama ia membersihkan pembalutnya yang penuh darah, ia seolah-olah mendengar suara nafas berat seseorang seolah-olah sedang mengendus sesuatu. Tapi ia masih tidak menghiraukannya.

Alyssa tetap melanjutkan kegiatannya dengan santai bahkan ia sembari bersenandung di dalam toilet. Hingga tak lama ia dikagetkan dengan suara gedoran pintu yang cukup keras.

“Sabar kali Ran, belum selesai ini aku,” ucapnya. Tanpa membalas ucapan Alyssa Rani hanya terkekeh kecil

Tak lama kemudian Alyssa keluar dan membuang sampah pembalutnya ke tempat sampah. Rani yang melihat hal itu sontak berkata,

“Gak dibawa pulang aja?”

“Ngapain sih Ran, udah ayo pulang” Jawab Alyssa cepat

“Yakin?” Tanya Rani kembali meyakinkan

“Iya! Udah ah cepetan!” Alyssa menarik tangan Rani

Setibanya di parkiran mereka segera bersiap untuk pulang, memakai helm dan mengenakan jaket untuk menghindari udara malam.

“Kamu gak bawa jaket Ran?” Tanya Alyssa

“Lupa” Jawab Rani singkat

“Yaelah, kedinginan dong sepanjang jalan”

“Gak apa-apa udah biasa” Jawab Rani

“Udah biasa ya ngadepin sikap dingin dia hahaha…” Alyssa terkekeh

Selepas candaan tipis tersebut, Alyssa segera menghidupkan motornya, dan Rani naik ke jok belakang, bersiap untuk pulang. Baru sekitar 3 menit berjalan tiba-tiba handphone Alyssa tak berhenti berdering, tapi sang empunya tak menghiraukan.

“Gak diangkat dulu?” Tanya Rani

“Gak usah, paling mama aku nyuruh pulang” Jawab Alyssa diiringi desiran angin

“Angkat dulu aja,”

Alyssa pun menepi sejenak, merogoh tasnya mencari keberadaan handphonenya, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat panggilan masuk yang dia terima dari sahabatnya, Rani. Perasaan Alyssa mulai berkecamuk, tapi ia berusaha tetap tenang dan mengangkat telepon tersebut

“Ha-halo” ucap Alyssa terbata

“Lys, kamu dimana kok aku ditinggal, tadi aku ke ruang dosen dulu nemuin pak Antoni, tadi kan aku udah bilang sama kamu, terus kamu heeh heeh aja. Tapi malah aku ditinggal” Celoteh Rani dari seberang telepon

“Kenapa? Ada yang ketinggalan?” Terdengar suara yang cukup parau dari balik tubuh Alyssa

Tubuhnya gemetar, lidahnya kelu, belum sempat Alyssa menoleh, untuk melihat sosok apa yang ada di belakangnya sekarang, sosok itu terlebih dahulu mengejutkan Alyssa dengan tawanya yang nyaring dan bau anyir darah yang menyeruak

“Tenang, sudah aku bawa barang mu yang ketinggalan”

Penulis : Febio Siti Karina (Pengurus LPM Ukhuwah UIN RF Palembang)
Editor : Yuni Rahmawati

Satu tanggapan untuk “ANYIR

  • 10/01/2021 pada 9:09 PM
    Permalink

    Mau tanya dong,,apa ini di angkat dari cerita penulis atau teman kampus ??

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *