Resensi Film “Jelita Sejubah”, Kisah Nyata Menjadi Istri Seorang Prajurit TNI

Sumber: Facebook.

Resensi – Ukhuwahnews | “Jelita Sejubah” serial dari salah satu film bioskop indonesia yang tayang pada Kamis (05/04/2018) diangkat dari kisah nyata kesetiaan istri tentara. Film ini disutradarai Ray Nayoan dengan menggandeng Putri Marino, Wafda Saifan Lubis dan Aldy Maldini, serta beberapa aktris dan aktor Indonesia sebagai pemerannya.

Berawal dari kisah seorang wanita muda bernama Sharifah (Putri Marino) anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya seorang nelayan dan ibunya pedagang di sebuah warung bernama “Jelita Sejuba”, yang tinggal di Natuna. Saat itu Sharifah bertemu Perwira Tentara yang biasa dipanggil Jaka (Wafda Saifan Lubis).

Dalam cerita tersebut Sharifah sangat mengagumi Jaka, sama hal nya ternyata Jaka juga menyukai Sharifah hingga akhirnya mereka berdua berpacaran. Namun kebersamaan mereka tidak lama karena keberangkatan Jaka kembali ke markasnya di Batam.

Hari-hari berlalu, namun kenangan bersama Jaka tak pernah lepas dari ingatan Sharifah. Setelah beberapa bulan berlalu Sharifah mendapat pinangan dari salah satu keluarga kaya di Natuna, akan tetapi hati Sharifah hanya untuk Jaka sehingga ia menolak lamaran tersebut. Selang berapa bulan kemudian, Jaka kembali lalu dipindahkan ke Natuna. Tak lama Jaka pun datang melamar Sharifah.

Jaka dan Sharifah mulai mempersiapkan pernikahan, dalam perjalanannya tidaklah mudah. Mereka harus memenuhi beberapa prosedur pernikahan militer, mulai dari syarat administrasi hingga tes kesehatan. Sharifah pun mulai lelah untuk mempersiapkan itu semua, akan tetapi selalu diingatkan Jaka agar tidak mudah lelah untuk menjadi seorang istri prajurit.

Setelah melewati syarat pernikahan tersebut, akhirnya Jaka dan Sharifah resmi menjadi sepasang suami istri. Jaka kembali ke serangkaian aktivitas latihan militernya, dan Sharifah menjalani hari-harinya sebagai istri seorang prajurit.

Baca juga: Tips Agar Tidak Mudah Lelah Saat Belajar

Jaka dan Shafirah saling bertukar kabar. Sharifah menceritakan kepada Jaka bahwa dirinya sedang mengandung anak, namun Jaka mendapatkan jadwal bahwa ia harus pergi ke Afrika selama 6 bulan sebagai penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Waktu berjalan Sharifah pun hamil tanpa sosok suami, hingga akhirnya melahirkan tanpa adanya Jaka. Beberapa kali Sharifah dan putranya ditinggalkan oleh Jaka untuk menjalankan tugas. Hal ini menjadi sulit bagi Sharifah disaat ia membutuhkan sosok suami di sisinya, Terlebih gaji seorang prajurit TNI sangat kecil.

Singkat cerita, Sharifah sedang mengandung anak kedua. Dimana putra pertama mereka duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan merupakan anak yang sangat mengagumi ayahnya. Saat Jaka kembali dari tugasnya kesekian kali, putra pertama mereka menyiapkan kejutan untuk Jaka di rumah. Namun Jaka tak pernah pulang untuk melihat kejutan itu, disebabkan Jaka gugur (meninggal) saat bertugas . Jaka meninggalkan Sharifah bersama putra dan janin kedua yang ada di perut Sharifah

Dari film tersebut banyak mengajarkan kita bagaimana seorang pria dan wanita bisa saling mendukung dan menjaga perasaan satu sama lain dengan sikap yang kuat dan ikhlas. Dimana mereka saling menunjukkan kepedulian saat Jaka sedang bekerja, begitu pun sebaliknya. Wajar jika keteguhan hati kedua pasangan dalam film ini mampu membuat penontonnya bergairah hingga menangis. Sehingga pesan yang dapat di ambil dari film ini bagaimana kita harus berusaha menjaga perasaan timbal balik dengan pasangan.

Demikian resensi Film Jelita Sejubah yang mengandung banyak nilai moral dan dapat kita pelajari. Belum nonton film ini? Yuk, tonton sekarang juga untuk mengisi waktu luang. Selain menghibur, film ini juga memberikan pelajaran semoga bermanfaat!

Penulis : Annisa Meidiani
Editor : Marshanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *