Pesan Kehidupan dari Melodrama yang Menyayat Hati

Sumber/Kumparan.com

Penulis: Niken Ayu (Anggota LPM Ukhuwah)

Miracle In Cell No.7, mungkin film ini sudah tidak asing lagi bagi pecinta drama atau movie korea. Dirilis pada 23 Januari 2013, Miracle In Cell No.7 sukses membuat para penonton meneteskan air mata.

Film bergenre komedi mengharukan dan melodrama keluarga ini menceritakan kisah seorang anak bernama Ye Sung dan seorang ayah bernama Lee Yong-gu dengan keterbatasan mental, yang secara tidak sengaja dijatuhi hukuman mati karena tuduhan kasus pembunuhan. Di dalam penjara Lee Yong-gu yang membangun persahabatan dengan penjahat di selnya, mereka membantu ayah tersebut untuk melihat putrinya lagi dengan melanggar peraturan.

Saking suksesnya, film Miracle In Cell No. 7 banyak di tayangkan di beberapa negara. Dengan alur cerita yang menyentuh hati film ini bisa membawa penonton ikut terhanyut ke dalam jalannya cerita.

Dari sinopsi film tadi banyak sekali pelajaran tentang kehidupan yang bia dipetik, apakah itu?

Kasih sayang ayah ke anak yang tak terbatas

Dalam film ini, seorang ayah yang memiliki keterbatasan mental tetapi tetap menjadi ayah yang baik bagi putrinya. Lee Yong-gu selalu mengumpulkan uang gajian nya untuk membeli tas impian putrinya. Tetapi hal terduga terjadi, Lee Yong-gu dipaksa untuk mengaku bahwa dirinya bersalah atas tuduhan kasus pembunuhan agar anaknya bisa tetap hidup. Bahkan, jika ia harus dijatuhi hukuman mati sekalipun.

Besarnya cinta anak ke ayahnya

Walaupun masih berumur 6 tahun, Ye Sung sudah menjadi anak dengan sikap yang dewasa. Walaupun dibesarkan oleh seorang ayah yang memiliki keterbatasan, tetapi Ye Sung begitu sangat menyayangi ayahnya. Ia selalu menyiapkan bekal dan air minum untuk ayahnya bekerja. Ye Sung adalah anak yang cukup mendapat kasih sayang dan akan membalasnya tanpa pamrih.

Baca juga: Lantik Ketum Anyar UKMK Tapak Suci UIN RF, Mari Jaga Amanah Baru

Kebaikan akan selalu berujung indah

Awal dipenjara, Lee Yong-gu mendapat perlakuan buruk dari semua orang. Meski begitu ia tak memperdulikan dan tetap menolong sesama. Karena kebaikannya, Lee Yong-gu mendapat teman-teman sel yang baik hati dan menolongnya untuk bertemu Lee Yong-gu. Tak hanya itu, kepala penjara juga mengadopsi Ye Sung untuk Lee Yong-gu. Saat berbuat baik kepada orang lain tanpa melihat latar belakangnya, maka kebaikan berbalik akan menolong mu dengan sendirinya.

 Seringnya manusia menyalahgunakan kekuasaan

Yang berkuasa bisa berbuat apa saja, yang tertindas akan semakin tertindas. Padahal seharusnya yang berkuasa bisa mengayomi dan bersikap adil kepada mereka yang dibawahnya. Yang berkuasa juga bisa salah dan tidak seharusnya mengkambing hitamkan orang lain.

Jangan meremehkan dan merendahkan orang yang memiliki kekurangan

Meskipun memiliki kekurangan, mereka juga manusia yang memiliki perasaan dan nurani yang patut kita hargai. Bukan hanya itu, mereka juga sama seperti kita hanyalah manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pengadilan manusia bisa jadi tidak adil

Berprasangka baik sebelum keadaan memang terang benderang. Kita di tuntut untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Tiap masalah perlu kita teliti kebenarannya. Jika kita tidak diberlakukan adil didunia, tak ada yang luput dari pengadilan Allah kelak di hari akhir.

Dalam film ini akting dari aktor dan aktrisnya sudah tidak diragukan lagi, karena Film ini dibintangi oleh Ryu Seung Ryong, Kal So Won, Park Shin Hye, Jung Jin Young, Oh Dal Su, Park Won Sang, Kim Jung Tae, Jung Man Shik, Kim Gi Cheon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *