Film Imperfect : Setiap Wanita Miliki Standarisasi Kecantikan Sendiri

Sumber : Google Image

Judul Film : Imperfect Karier, Cinta & Timbangan
Sutradara    : Ernest Prakasa
Produser      : Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Skenario      : Ernest Prakasa, Meira Anastasia
Pemeran      : Jessica Mila, Reza Rahadian, Yasmin Napper, Karina Suwandi, Dion Wiyoko, Kiki Narendra, Shareefa Daanish, Dewi Irawan, Ernest Prakasa, Clara Bernadeth, Boy William
Durasi           : 113 Menit

Sebuah film drama yang dibalut komedi garapan Ernest Prakasa ini sukses memikat penikmat layar kaca di akhir tahun 2019 kemarin. Tak hanya menyajikan drama komedi, film yang diangkat dari novel karya Meira Anastasia ini juga membahas masalah insecurity yang ternyata dialami oleh hampir semua orang. Film yang berdurasi 113 menit ini mengisahkan tentang Rara yang diperankan oleh Jessica Mila.

Seorang wanita yang terlahir gemuk dan berkulit hitam yang bekerja disebuah kantor kosmetik bernama Malathi. Rara yang hampir setiap harinya menerima perlakuan Bullying dan body shaming dari orang sekitarnya ternyata memiliki kebaikan hati yang tidak dimiliki orang lain. Diselah-selah kesibukannya, ia kerap membantu mengajar disebuah sekolah khusus untuk anak jalanan. Hal inilah yang membuat Dika yang dalam hal ini diperankan oleh Reza Rahadian jatuh hati dan mencintainya apa adanya.

Dalam film ini kita bisa melihat bahwa standarisasi kecantikan wanita sudah terpatri begitu dalam dikalangan masyarakat umum. Karena memiliki tubuh yang tidak ideal bagi khalayak ramai, Rara seringkali menerima deskriminasi dari teman-temannya dikantor bahkan ia sudah menerima cibiran dari teman mamanya sejak ia masih kecil.

Mama Rara yang diperankan oleh Karina Suwandhi setiap hari selalu mengingatkan Rara untuk menjaga berat badannya, tak jarang sang mama membandingkan Rara dengan Lulu yang diperankan oleh Yasmin Napper. Lulu adalah adik Rara yang memiliki berat badan ideal serta paras yang cantik. Tanpa disadari hal ini lama-kelamaan membuat Rara muak dengan semua perintah mamanya.

Dengan kecantikan yang dimilikinya, Lulu menjadi anak kesayangan mama yang selalu dipuji-puji, Rara yang merasa terasingkan akibat penampilan fisiknya berfikir bahwa ia tidak pernah disayang oleh mamanya. Sejak ayahnya meninggal Rara selalu terbebani dengan cibiran yang dilemparkan oleh orang-orang sekitarnya, Rara menganggap hanya ayahnya sajalah yang menyayangi dirinya apa adanya.

Namun disisi lain Rara merasa beruntung karena masih mempunyai Fey yang diperankan oleh Shareefa Daanish. Fey adalah satu-satunya orang yang mau berteman akrab dengannya di kantor. Serta memiliki Dika seorang pacar yang sangat menyayanginya, Dika selalu berusaha menyenangkan hati Rara dan tidak peduli dengan penampilannya.

Dipertengahan film, Rara diberikan kenyataan yang pahit untuknya. Sheila, yang diperankan Cathy Sharon seorang manajer di kantor Malathi mengundurkan diri, Rara yang seharusnya menggantikan posisinya malah tidak dipilih karena penampilannya.

Terlebih lagi Kelvin yang diperankan Dion Wiyoko Bos di tempat ia bekerja memberikan pendapat yang membuat Rara merasa semakin terpukul. Kelvin berkata “otak saja tak cukup untuk menjalankan peran sebagai manajer di sebuah lini kosmetik seperti Malathi. Rara juga harus meyakinkan klien maupun investor melalui penampilannya.” Hal inilah yang memotivasi Rara untuk berubah menjadi sempurna seperti standarisasi masyarakat umum.

Dengan usahanya yang begitu keras Rara sukses merubah penampilannya serta diangkat menjadi manajer di perusahaan Malathi. Rara yang sudah berubah menjadi cantik seperti dipandangan masyarakat umum menuai banyak pujian dari teman kantornya yang tadinya selalu mencibir Rara.

Namun kebahagiaan palsu Rara tidak bertahan lama, disinilah puncak konflik kehidupan Rara dimulai. Perubahan Rara menyebabkan Fey dan Dika kecewa. Dengan berusaha untuk berubah, Rara malah menjadi orang yang berbeda. Dika beranggapan bahwa Rara yang sekarang tidak menjadi dirinya sendiri, ia melupakan hal-hal penting yang seharusnya ia laksanakan.

Pekerjaan Rara di kantor menjadi kacau disertai dengan terjadinya kesalahpahaman Rara dengan adiknya yang sedang melakukan pemotretan bersama Dika. Kesalahpahaman ini menyebabkan perdebatan yang begitu hebat antara Rara dan Lulu.

Setelah mengalami banyak permasalahan Rara memutuskan untuk kembali memperbaiki hubungannya dengan Fey, Dika dan Lulu. Rara juga mencoba memperbaiki kinerjanya di kantor dengan memberikan konsep baru untuk perusahaan Malathi yang sedang krisis, film ini diakhiri dengan Rara yang membuat konsep tentang standar kecantikan wanita.

Ia beranggapan seharusnya standarisasi kecantikan tidak diikat dengan fisik yang sempurna. Karena wanita itu beragam, ia ingin agar wanita mencapai kecantikan masing-masing dan lebih bersyukur atas diri sendiri.

Adegan ini menjadi adegan yang berkesan dan memiliki banyak pembelajaran sekaligus mengakhiri film tersebut. Film ini menyadarkan kita bahwa betapa pentingnya untuk mencintai diri sendiri, dari Rara kita juga belajar bahwa  menjadi sempurna belum tentu akan membuat dirimu bahagia.

Maka dari itu, akan jauh lebih baik apabila kamu menjadi versi terbaik dari dirimu. Tanpa perlu menghakimi orang lain, jadilah seseorang yang menyenangkan dan berkesan. Film ini juga mampu menyadarkan masyarakat bahwa bullying dan body shamming yang mungkin dilakukan secara tidak sengaja, akan tetap dapat memberikan pengaruh yang luar biasa bagi korban.

Film yang diangkat dari novel karya Meira Anastasia ini jika dipandang dari sisi pribadi saya yang belum membaca novelnya memiliki banyak kesuksesan. Karena, isu tentang insecurity yang ingin Ernest gambarkan di film ini sangat berhasil ia sampaikan kepada penonton.

Selain itu, film ini juga berhasil menyelipkan pesan kepada penontonnya bahwa tidak ada yang salah dari menjadi tidak sempurna. Karena, menjadi sempurna belum tentu akan membuat kita bahagia.

Dibalik komedinya film ini juga secara halus mengingatkan kita betapa pentingnya bertoleransi dengan segala perbedaan baik itu ras, agama, maupun fisik. Imperfect juga memiliki alur cerita dan tutur bahasa yang mudah dipahami oleh karena itu film ini bisa dinikmati siapapun.

Hanya saja dalam film imperfect ini ada satu hal yang menurut saya terlalu dilebih-lebihkan yaitu dibagian perubahan fisik Rara yang begitu drastis hanya dalam waktu kurang lebih satu bulan. Namun hal ini dapat tertutupi dan diimbangi dengan alur cerita yang menarik.

Penulis : M Aidil Ikhsan
Editor : M Firdaus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *